PEMIMPIN FORMAL (MADURA)
1.
DEFINISI PEMIMPIN DAN KEPEMIMPINAN
Pimpin artinya Bimbing, Tuntun. Memimpin artinya ‘membimbing,
menuntun dan menunjukan. Pemimpin atau leader ; ialah orang yang memimpin atau
seseorang yang mempergunakan wewenang dan mengarahkan bawahannya untuk
mengerjakan sebagian pekerjaannya dalam mencapai tujuan organisasi atau
institusi.
Beberapa
ahli tentang pemimpin, di antaranya :
a. Menurut
Herbert A Simon. Pemimpin adalah seorang yang dapat mempersatukan
orang-orang dalam mengejar suatu tujuan.
b. Menurut
Prof Dr H Arifin Abdurrahman. Pemimpin adalah orang yang dapat
menggerakkan orang-orang yang ada di sekelilingnya untuk mengikuti jejak
pemimpin itu.
Kepemimpinan adalah kata benda dari pemimpin.
kepemimpinan memiliki beberapa pengertian, di antaranya :
a. Cara
seorang pemimpin mempengaruhi prilaku bawahannya agar mau bekerjasama dan
bekerja secara produktif untuk mencapai tujuan organisasi.
b. Seni
untuk mempengaruhi tingkah laku manusia, kemampuan untuk membimbing orang-orang
yang ada di sekelilingnya.
c. Seni
untuk mengkoordinasikan dan memberi motivasi kepada individu dan kelompok guna
mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Dan sukses tidaknya seorang pemimpin
melaksanakan tugas kepemimpinannya, tidak terutama ditentukan oleh tingkat
keterampilan tehnis (technical skills) yang dimiliknya, akan tetapi
lebih banyak ditentukan oleh keahliannya menggerakkan orang lain untuk bekerja
dengan baik (managerial skills).Dalam hubungan ini perlu ditekankan bahwa
seorang pemimpin yang baik adalah seorang yang tidak melaksanakan sendiri
tindakan-tindakan yang bersifat operasional, tetapi mengambii keputusan,
menentukan kebijaksanaan dan menggerakan orang lain untuk melaksanakan
keputusan yang telah diambil sesuai dengan kebijaksanaan yang telah digariskan.
Jika demikian halnya, maka setiap orang yang
disebut pemimpin harus selalu berusaha untuk memiliki sebanyak mungkin
sifat-sifat kepemimpinan yang baik, karena seorang pemimpin tidak seharusnya
dan memang tidak pemah beroperasi dalam suasana vakum. Artinya, kepemimpinan di
dalam suatu organisasi hanya efektif jika kepemimpinan itu diterima oleh orang
lain yang disebut bawahan.
Perbedaan Pemimpin
Formal dan Pemimpin Informal
Kepemimpinan
meliputi proses mempengaruhi dalam menentukan tujuan organisasi, memotivasi
perilaku pengikut untuk mencapai tujuan, mempengaruhi untuk memperbaiki
kelompok dan budayanya. Leadership is the activity of influencing exercised to
strives willingly for group objective (George R. Terry;1977). Jadi dengan kata
lain Kepemimpinan merupakan sebuah kemampuan yang dimiliki seseorang. Dapat
dijabarkan bahwasannya perbedaan antara Kepemimpinan Formal dan Kepemimpinan
Non Formal :
a. Kepemimpinan
Formal adalah Jabatan yang dimiliki seseorang dalam kemampuannya meliputi
proses mempengauhi orang lain dalam menentukan tujuan organisasi, memotivasi
perilaku pengikut untuk mencapai tujuan, mempengaruhi untuk memperbaiki
kelompok dan budayanya. Dimana Kepemimpinan Formal dalam jabatannya diperoleh
dari suatu usaha tertentu dalam pencapaiannya.
b. Kepemimpinan
Non Formal (Informal) adalah Jabatan yang dimiliki seseorang dalam kemampuannya
meliputi proses mempengauhi orang lain dalam menentukan tujuan tertentu,
memotivasi perilaku pengikut untuk mencapai tujuan, mempengaruhi untuk
memperbaiki kelompok dan budayanya. Dimana Kepemimpinan Non Formal dalam
jabatannya diperoleh tanpa suatu usaha tertentu dalam pencapaiannya.
2.
CIRI-CIRI PEMIMPIN FORMAL
Pemimpin Formal :
1.
Berstatus sebagai pemimpin selama masa
bakti/jabatan tertentu, atas dasara legalitas formal oleh penunjukan pihak yang
berwenang (ada legitimasi).
2.
Sebelum pengangkatannya, dia harus memenuhi
beberapa persyaratan formal terlebih dahulu.
3. Ia diberi dukungan oleh organisasi formal
untuk menjalankan tugas kewajibannya. Karena itu dia selalu memiliki
atasan/superiors.
4. Dia mendapatkan balas jasa materiil dan
immaterial tertentu, serta emolument (keuntungan ekstra, penghasilan sampingan)
lainnya.
5.
Dia bias mencapai promosi atau kenaikan
pangkat formal, dan dapat dimutasikan.
6.
Apabila dia melakukan kesalahan-kesalahan, dia
akan dikenai sanksi dan hukuman.
7. Selama dia menjabat kepemimpinan, dia diberi
kekuasaan dan wewenang antara lain untuk : menetapkan sasaran organisasi dan
mengambil keputusan-keputusan penting lainnya.
3. PEMIMPIN DI MADURA
Model Pemimpin madura saling terintegrasi, pemimpin
formal terintegrasi dengan pemimpin nonformal. Korelasinya saling berhubungan
dan tidak dapat dipisahkan. Karena secara kasat mata, pemimpin formal di madura
hamper seluruhnya juga merupakan pemimpin nonformal di madura. seperti
a. Kiyai
Seperti
kita tahu, penduduk Madura mayoritas memeluk Islam. Kenyataan ini kemudian
menempatkan tokoh agama (kiai) pada posisi yang sangat penting dan sentral di
tengah masyarakat. Bahkan, bagi masyarakat Madura, kiai dipandang tidak hanya
sebagai subyek yang mengajarkan ilmu-ilmu agama, tetapi juga sebagai subyek
yang mempunyai kekuatan linuwih. Itu sebabnya, ia juga berperan sebagai tabib,
yang dimintai mantra atau jimat dalam segala urusan dan tempat belajar ilmu
kanuragan.
Kiai membangun relasi kuasa melalui proses kultural, yaitu melakukan
islamisasi. Beragam media kultural mereka ciptakan untuk membangun kesadaran
keagamaan umat, misalnya, membangun langgar, pondok pesantren, dan sekolah
agama. Di sini awalnya kiai melakukan transfer pengetahuan keagamaan, tetapi
pada ujungnya menjadikan dirinya sebagai kekuatan hegemoni dalam mengonstruk
bangunan kognitif dan tindakan sosial masyarakat.
Peran
kiai di Madura sebagai pemimpin agama sangat dekat dengan hal-hal yang bersifat
politik. Hal ini tidak dapat dielakkan karena kiai memiliki massa yang besar
dan dengan sangat mudah menggerakkan massa (ummat) tersebut untuk kepentingan
politik. Sementara sebagian massa tersebut adalah santri atau keluarga santri,
atau mereka yang memiliki hubungan secara emosional keagamaan dengan kiai. Dari
kekuatan tersebut kiai memiliki peran yang kuat dan berbeda dibandingkan
masyarakat pada umumnya.
Agama dan Politik:Kiai Sebagai
Sentral
Pemimpin
kegamaan di Madura terdiri dari tiga kelompok, yaitu;santri, kyai dan haji.
Murid yang menuntut ilmu disebut santri, guru agama yang mengajari santri
disebut kyai, dan mereka yang kembali dari menunaikan ibadah haji ke Mekkah dan
Madinah disebut haji. Ketiga kelompok tersebut berperan sebagai pemimpin
keagamaan di Masjid, Musholla, acara ritual keagamaan dan acara seremonial
lain, dimana mereka berperan sebagai pemimpinnya. Diantara ketiganya, kyai
merupakan tokoh yang paling berpengaruh, dan oleh Kuntowijoyo, kyai Madura
disebut dengan elit desa.
Pengetahuan
yang mendalam tentang Islam menjadikan mereka paling terdidik di desa. Beberapa
kiai selain tetap menyampaikan keahliannya soal-soal agama, juga dapat
meramalkan nasib, menyembuhkan orang sakit dan mengajar olah kanuragan. Kyai
Madura dapat dikelompokkan menjadi tiga jenis;guru ngaji, yang mengajarkan
al-Qur’an, guru ngaji kitab yang mengajarkan berbagai jenis ilmu agama, dan
guru tarekat yang disebut juga pemimpin tarekat.
Peranan
kiai di Madura sangat penting, dan orientasi masyarakat Madura adalah kiai, tidak
pada kepemimpinan birokrasi. Pandangan ini yang kemudian dimaknai “kegagalan”
integrasi politik dan ekonomi Madura dalam sistem nasional, sebagaimana
ditunjukkan oleh tipisnya pengaruh partai pemerintah dalam beberapa kali
Pemilu. Dalam penelitian Towen-Bouswsma (1988) dan Joordan (1985) disimpulkan,
bahwa terdapat indikasi yang sangat kuat adanya “kegagalan” pemerintah dalam
mengintegrasikan sistem politik dan ekonomi yang bersifat nasional dalam
kehidupan masyarakat Madura.
Pandangan
kedua peneliti tersebut dibantah oleh Kuntowijoyo yang menyatakan, bahwa
kuatnya pengaruh kiai di tengah masyarakat Madura karena faktor ekologi dan
sistem sosial. Ekologi tegalan hingga sekarang masih dominan. Apa yang dikenal
dengan “Revolusi Hijau” dan “Revolusi Biru” di bidang pertanian tidak mampu
merubah sistem sosial, politik dan kultural Madura. Ekosistem tegal sudah
menjadi satu dengan masyarakat Madura, sehingga sulit untuk memisahkan
pengaruhnya pada organisasi sosial dan sistem simbol masyarakatnya.
Pola ekosistem
tegalan di atas dimaksudkan untuk menujukkan pola pemukiman dan sekaligus
organisasi desa. Di Madura, sama halnya di Jawa, pola pemukiman persawahan
mengelompok pada satu induk (nuclear village) dengan persawahan di sekitar
desa. Akan tetapi, karena jumlah sawah tidak teralu berarti, maka pola
pemukiman semacam itu jarang terjadi. Kebanyakan desa mempunyai pola desa
tersebar (scattered village), dimana perumahan penduduk terpencar dalam
kelompok-kelompok kecil. Untuk mempersatukan desa-desa yang terpencar itu,
perlu ada jenis organisasi sosial lain yang mampu membangunkan solidaritas . Di
sinilah letak pentingnya agama dan kiai di pedesaan Madura.
Karena
desa tidak dipersatukan dalam suasana ekonomi, maka sistem simbol menjadi lebih
kuat. Demikian juga, karena terpencar, perlu ada pengikat yang menjembatani
pemecahan desa. Dalam hal ini agama menjadi “organizing principle” bagi orang
Madura. Pertama, agama memberikan collective sentiment melalui upacara-upacara
ibadah dan ritual serta simbol yang satu. Misalnya, di Madura orang juga
terpaksa membangun Masjid desa untuk melaksanakan ibadah jum’at secara bersama,
karena dalam ketentuan syariat, tidaklah sah shalat jum’at yang tidak dihadiri
40 orang jamaah. Keharusan agamalah yang menjadikan masyarakat Madura menjadi
masyarakat dengan membentuk organisasi sosial, yang didasarkan pada agama dan
pada otoritas kiai. Masyarakat sipil yang dibangun di atas masyarakat desa
hanya menjadi organisasi supradesa yang berada di permukaan, tetapi tidak
mempunyai raison d’etre-nya sendiri.
Sebagaimana
masyarakat patrimonial yang memegang teguh hierarki, posisi kiai sebagai
pemimpim keagamaan dalam masyarakat Madura menjadi sangat kuat. Kekuasaan
sosial terpusat pada tokoh-tokoh yang secara tradisional keberadaannya sangat
dibutuhkan untuk mempersatukan mereka, bukan karena dipaksakan maupun keinginan
para tokohnya. Dalam konteks inilah yang awalnya peran kiai hanya menyempit
dalam area keagamaan kemudian melebar ke kawasan sosial dan bahkan politik.
Selain
itu, pandangan hidup orang Madura antara lain tercermin dalam ungkapan bhuppa’
bhabbu’ ghuru rato. Pandangan ini menyangkut filosofi kepatuhan orang Madura
pada bapak, ibu, guru dan raja (pemimpin formal), yang mereka sebut sebagai
figur-figur utama. Dalam kehidupan sosial budaya orang Madura terdapat standard
referensi kepatuhan terhadap figur-figur utama secara khirarkikal . Sebagai
aturan normatif yang mengikat kepada semua orang Madura, maka palanggaran atau
paling tidak—melalaikan aturan itu—akan mendapat sangsi sosial secara kultural.
Kepatuhan
kepada guru merupakan aturan yang sangat normatif yang menjadi dasar bagi
setiap makhluk di dunia. Bagaimana dengan kepatuhan kepada guru di Madura? Pada
tataran ini Wiyata lebih menggaris bawahi bahwa tidak semua masyarakat dapat
mematuhi guru sekuat orang Madura. Bagi orang Madura, guru (kiai) merupaka
jaminan masalah moralitas dan masalah-masalah ukhrawi, maka kepatuhan orang
Madura kepada guru didasarkan pada alasan tersebut. Sementara rato dalam
sejarah Madura banyak dipegang oleh para kiai. Dari sinilah filosofi tersebut
sangat kuat dan menjadi penanda identitas kultural orang Madura. Dari sini
dapat dilihat bahwa ketaatan orang Madura pada kiai karena memang filosofi
hidup mereka yang sangat kuat terbentuk sejak dini.
b. Blater
Adapun
struktur ekologis wilayahnya yang tandus dan tidak produktif telah menyebabkan
masyarakatnya mengalami kemiskinan sosial-ekonomi. Di samping memang adanya
pengalaman masyarakat Madura di masa kapitalisme kolonial yang mengalami proses
eksploitasi dan dehumanisasi. Kenyataan ini melahirkan perilaku kriminal di
tengah masyarakat. Di sinilah blater muncul. Dalam konsepsi masyarakat Madura,
blater adalah orang yang memiliki kemampuan olah kanuragan, dan kekuatan magis
yang (biasanya) mereka digunakan dalam tindak kriminal. Bagi masyarakat Madura
sendiri, ada dua pandangan mengenai sosok blater ini. Ada blater yang
memberikan perlindungan keselamatan secara fisik kepada masyarakat, berperilaku
sopan dan tidak sombong. Namun, ada juga blater yang disebut “bajingan” karena
tidak menjalankan peran sosial yang baik di masyarakat.
Mereka
ditakuti masyarakat karena keberingasan sosialnya. Kelompok itu dapat
dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan, seperti kepentingan politik. Hubungan
antara kiai dengan kelompok blater cenderung bersifat simbiosis, saling
membutuhkan, walaupun fungsi dan peranan sosial mereka antagonistic. Tidak
sedikit, seorang kiai atau haji memiliki latar belakang sosial sebagai blater
sehingga kadang-kadang perangai blater-nya tetap muncul, sekalipun mereka sudah
menyandang symbol-simbol keagamaan Islam tersebut.
Kaum
blater masih dominan di posisi sebagai elite pedesaan, belum merangkak secara
cepat layaknya kiai yang begitu eksis dan tampil dominan sebagai elite
perkotaan. Blater sebagai orang kuat di desa masih tampil cukup dominan. Di
pedesaan, komunitas blater masih memainkan peran sebagai broker keamanan dalam
interaksi ekonomi dan sosial politik. Selain itu, tak sedikit yang bermain di
dua kaki, selain sebagai broker keamanan juga sebagai tokoh formal, yakni
menjadi state apparatus dengan cara menjadi klebun (kepala desa). Di banyak
tempat di pedesaan Madura, tak sedikit klebun desa berasal dari komunitas
blater atau dipegaruhi oleh politik perblateran.
Berbeda
dengan kiai, dalam membangun kekuatan sosial, blater melakukannya melalui praktik-praktik kriminal,
seperti carok, sabung ayam, dan modus pencurian dan perampokan. Blater yang
sudah kembali hidup normal dalam masyarakat biasanya menjadi penengah dan
mediator yang baik dalam menyelesaikan konflik antaranggota masyarakat. Itu
sebabnya, ideologi sosial yang mereka bangun adalah membantu masyarakat. Dua
kekuatan ini, dalam konteks pembentukan karakter masyarakat Madura, perannya
sangat terasa. Tradisi blater, misalnya, telah membentuk karakter masyarakat
Madura yang keras dalam membela harga diri.
c. Perempuan atau Wanita
Madura
Catatan
VOC Daghregister tanggal 15 September 1624 “Orang Madura nyatanya bukan hanya
laki-laki yang ikut berperang, akan tetapi perempuan pun ikut berperang dan
peperangan tersebut tidak kalah dari laki-laki. Apabila ada laiki-laki yang
luka dibagian punggungnya, maka oleh tentara wanita dibunuh sekalian, sebab
dibagian punggung tersebut menunjukkan laki-laki tersebut melarikan diri dari
peperangan yang kemudian dikejar oleh musuh sampai berhasil dilukai. Akan
tetapi lukanya dibagian depan, maka oleh para wanita madura segera di obati,
karena luka yang demikian menunjukkan bahwa luka yang diakibatkan dari
pertempuran yang berhadap-hadapan. “
Dari
penggalan-penggalan kalimat tersebut, memberikan gambaran bagaimana wanita
Madura sangat berperan dalam membantu keberhasilan perjuangan kaum laki-laki.
Disamping itu, para wanita Madura berperan besar dalam membangun karakter kaum
laki-laki Madura sebagai pejuang yang tangguh, pantang menyerah dan berjiwa
kesatria dalam membela kehormatan dan kedaulatan bangsa dan negaranya.
Nilai-nilai
inilah yang senantiasa diturunkan dari generasi ke generasi dan karakter
tersebut tetap berlanjut dan menjadi bagian integral dalam prinsip-prinsip
hidup masyarakat Madura hingga saat ini.
Dengan
demikian, dapat ditarik suatu garis tegas bahwa peran wanita Madura memiliki
peran setara dengan kaum lelakinya, baik dalam kehidupan sehari-hari, bahkan
dalam peperangan sekalipun. Bahkan dalam konteks-konteks tertentu peran wanita
Madura terlihat sangat keras dan sangat menentukan keberhasilan kaum laki-laki,
tanpa mengesampingkan posisi laki-laki sebagai pemimpin dan pelindung
kehormatan wanita.
PERGESERAN NILAI PEMIMPIN MADURA
Selain
kiai masih memainkan peran sesuai dengan statusnya sebagai seorang kiai, ia
tidak akan menuai “gugatan” umatnya. Akan tetapi, dalam hal politik praktis,
akhir-akhir ini, ada pergeseran pandangan masyarakat terhadap para kiainya
.Masuknya kiai didalam ranah politik, baik sebagai politisi, maupun sebagai
pejabat politik didaerah, seperti sebagai bupati atau ketua DPRD, sering
mengundang apresiasi negative masyarakat atau umatnya. Tidak ada larangan bagi
sesorang kiai untuk memiliki usaha ekonomi.yang penting,dalam hal ini adalah
kiai itu tidak terlibat langsung dalam kegiatan usaha ekonominya.Dikatakan,di
madura ini para kiai juga banyak yang menanam tembakau. Artinya,kiai itu
bertani. Tetapi,proses penanaman dan kegiatan produksinya itu dilakukan oleh
santri-santrinya atau diperkerjakan/dipercayakan kepada orang
lain.santri-santri tersebut tidak dibayar karena yakin para santri akan
memperoleh barokah kiai.
Jadi,
kyai tidak menanggani kegiatan tersebut secara langsung. Kalau kyai sendiri
yang terjun berdagang atau bertani, hal seperti ini akan tidak dihargai oleh
masyarakat. Sebaliknya, jika urusan bertani dan berdagang diserahkan atau
dipercayakan kepada orang lain, walaupun modal usahanya dari kiai, tidak
berpengaruh apa-apa terhadap martabat kiai. Di Madura ini sulit masyarakat
menerima seorang kiai yang merangkap sebagai petani atau pedagang sebagaimana
layaknya petani atau pedagang yang sesungguhnya.
Ada
satu hal yang membuat pergeseran ini lebih Nampak ekstrim, yaitu jika dulu
pemimpin itu dihormati dan ditati, kali ini pemimpin hanya ditakuti
PROFIL
PEMIMPIN MADURA
R. KH. Fuad Amin
R. KH. Fuad Amin adalah salah satu putera terbaik Kabupaten
Bangkalan yang dilahirkan pada tanggal 1 September 1948. Lingkungan keluarga
dan masyarakat yang dikenal sebagai masyarakat pesantren merupakan factor
dominan yang membentuk karakternya. Sejak kecil beliau diasuh dengan bimbingan
moral yang luhur, tata krama adiluhung, serta pendidikan pesantren dan keagamaan
yang ketat. Dalam dirinya selalu ditanamkan sikap untuk senantiasa
mencontoh dan mentauladani tokoh tokoh dalam lingkungan keluarga dan masyarakat
yang dianggap mempunyai karismatik yang patut dijadikan panutan. Hal ini telah
menjadikan R. KH. Fuad Amin sebagai pribadi religius sekeligus suri tauladan
bagi mayarakat Bangkalan.
Meskipun dibesarkan dalam masyarakat pesantren, pendidikan R. KH.
Fuad Amin justru kemudian beliau menempuh pendidikan sarjana sehingga
memperoleh gelar S.Pd di STKIP Bangkalan. Semasa muda, suami dari Siti Masnuri
ini telah menunjukkan bakat kepemimpinannya. Beliau pernah aktif di organisasi
KAMMI (1966-1967). Sebagai ulama R. KH. Fuad Amin dikenal melaui kiprahnya di
bidang kemasyarakatan. Beliau yang pernah dipercaya sebagai wakil ketua Badan
Silaturahmi Ulama Madura (BASRA). Selain itu juga, pengasuh Pondok Pesantren
Syaichona Cholil Bangkalan ini pernah berperan sebagai utusan khusus penanganan
pengungsi Sampit dari Presiden Republik Indonesia pada Tahun 2001.
Selain sebagai ulama R. KH. Fuad Amin, yang merupakan cicit dari
ulama besar Syaichona KH. Moch. Kholil juga dikenal melalui kiprahnya dibidang
Politik. Sebelum terbentuknya Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) beliau dikenal
sebagai salah satu tokoh dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Dengan
jabatan terakhir sebagai Ketua DPC PPP Bangkalan periode 1996-1998.
Selanjutnya beliau memutuskan untuk pindah ke PKB dengan jabatan
sebagai wakil ketua DPW PKB Jawa Timur (1998-2001) dan anggota Dewan Syuro DPW
PKB Jawa Timur 2002 dan menjadi ketua dewan Syuro PKB Jawa Timur peiode 2008 –
2013. Dalam perjalanan politiknya R. KH. Fuad Amin berhasil mendapatkan
kepercayaan menyampaikan aspirasi masyarakat Jawa Timur dengan menjadi anggota
DPR-MPR RI (1999-2003), dan kemudian menjadi Bupati Bangkalan Periode 2003-2008
selain itu, pada saat ini Beliau dipercaya sebagai Ketua Umum DPC PKB Bangkalan
Periode 2007-2012.
Selama Kepemimpinan Beliau sebagai Bupati Bangkalan periode
1993-1998, kegiatan pembangunan di Kabupaten Bangkalan berjalan dengan baik dan
maju pesat. Termasuk terciptanya iklim dan suasana daerah yang kondusif bagi
pelaksanaan pembangunan, pemerintahan dan kemasyarakatan. Beberapa program
kegiatan pembangunan yang berhasil dilakukan antara lain: mulai dari program-program
pengentasan kemiskinan sampai dengan pembangunan bidang pendidikan dan
kesehatan serta meningkatkan keindahan kota dengan membangun sarana dan
prasarana kota modern seperti: taman-taman kota, lampu-lampu hias, gedung
olahraga, pendopo kabupaten, perbaikan dan peningkatan kualitas jalan-jalan
daerah serta partisipasi yang tinggi dalam pembangunan Jembatan Suramadu pada
sisi Madura terutama pada saat pembebasan tanah yang relatif tidak mendapatkan
masalah yang berarti.
Pada bidang Kesehatan dan Keluarga Berencana, pada Bulan Juni
2007, Bupati R. KH. Fuad Amin menerima penghargaan “Satya Lencana Wira Karya”
dari Presiden Republik Indonesia, merupakan penghargaan tertinggi dibidang
Program Keluarga Berencana. Besar harapan seluruh masyarakat Kabupaten Bangkalan
kiranya Bupati R. KH. Fuad Amin dalam masa kepemimpinannya di periode ke dua
ini ( 2008 – 2013 ) dapat memimpin Kabupaten Bangkalan menjadi lebih baik lagi.
BAHASA HATI
Tak
ada musuh yang tak dapat ditaklukkan oleh cinta.
Tak
ada penyakit yang tak dapat disembuhkan oleh kasih sayang.
Tak
ada permusuhan yang tak dapat dimaafkan oleh ketulusan.
Tak
ada kesulitan yang tak dapat dipecahkan oleh ketekunan.
Tak
ada batu keras yang tak dapat dipecahkan oleh kesabaran.
Semua
itu haruslah berasal dari hati anda.
Bicaralah
dengan bahasa hati, maka akan sampai ke hati pula.
Kesuksesan
bukan semata-mata betapa keras otot dan betapa
tajam
otak anda, namun juga betapa lembut hati anda dalam
menjalani
segala sesuatunya.
Anda
tak kan dapat menghentikan tangis seorang bayi hanya
dengan
merengkuhnya dalam lengan yang kuat. Atau, membujuknya
dengan
berbagai gula-gula dan kata-kata manis. Anda harus
mendekapnya
hingga ia merasakan detak jantung yang tenang
jauh
di dalam dada anda.
Mulailah
dengan melembutkan hati sebelum memberikannya pada
keberhasilan
anda.
**************************************************
Hari
Ini.
Aku
akan memulainya dengan ucapan syukur dan senyuman bukan
kritikan.
Akan kuhargai setiap detik, menit dan jam, karena
tak
sedetik pun dapat ditarik kembali.
Hari
ini tidak akan kusia-siakan, seperti waktu lalu yang
terbuang
percuma. Hari ini takkan kuisi dengan kecemasan
tentang
apa yang akan terjadi esok.
Akan
kupakai waktuku untuk membuat sesuatu yang kuidamkan
terjadi.
Hari ini aku belajar lagi, untuk merubah diri sendiri.
Hari
ini akan kuisi dengan karya.
Kutinggalkan
angan-angan, yang selalu mengatakan:
"Aku
akan melakukan sesuatu jika keadaan berubah."
Jikalau
keadaan tetap sama saja, dengan kemurahan-Nya aku
tetap
akan sukses dengan apa yang ada padaku.
Hari
ini aku akan berhenti berkata: "Aku tidak punya waktu"
Karena
aku tahu, aku tidak pernah mempunyai waktu untuk
apapun.
Jika aku ingin memiliki waktu, aku harus meluangkannya.
HEBATNYA CINTA
Pernahkah kamu merasakan, bahwa kamu mencintai seseorang, meski kamu tahu ia tak sendiri lagi, dan meski kamu tahu cintamu mungkin tak berbalas, tapi kamu tetap mencintainya,
Pernahkah kamu merasakan, bahwa kamu sanggup melakukan apa saja demi seseorang yang kamu cintai, meski kamu tahu ia takkan pernah peduli. ataupun ia peduli dan mengerti, tapi ia tetap pergi.
Pernahkah kamu merasakan hebatnya cinta?!?
Tersenyum kala terluka, menangis kala bahagia, bersedih kala bersama, tertawa kala berpisah, aku pernah, aku
Tersenyum kala terluka, menangis kala bahagia, bersedih kala bersama, tertawa kala berpisah, aku pernah, aku
pernah tersenyum meski kuterluka karena kuyakin
Tuhan tak menjadikannya untukku, aku pernah menangis kala bahagia, karena
kutakut kebahagiaan cinta ini akan sirna begitu saja, aku pernah bersedih kala
bersamanya, karena kutakut aku kan kehilangan dia suatu saat nanti, dan aku
juga pernah tertawa saat berpisah dengannya, karena sekali lagi,cinta tak harus
memiliki, dan Tuhan pasti telah menyiapkan cinta yang lain untukku. aku tetap
bisa mencintanya, meski ia tak dapat kurengkuh dalam pelukanku, karena memang
cinta ada dalam jiwa, dan bukan ada dalam raga
FRIENDSHIP
Ass.
wr. wb. For all of my best friends... You are so special for me...
Bismillah...
I Care 'bout U
Sahabat
adalah hadiah dari Yang Di Atas buat kita. Seperti hadiah, ada yang bungkusnya
bagus dan ada yang bungkusnya jelek. Yang bungkusnya bagus punya wajah rupawan,
atau kepribadian yang menarik. Yang bungkusnya jelek punya wajah biasa saja,
atau kepribadian yang biasa saja, atau malah menjengkelkan. Seperti hadiah, ada
yang isinya bagus dan ada yang isinya jelek.
Yang
isinya bagus punya jiwa yang begitu indah sehingga kita terpukau ketika berbagi
rasa dengannya, ketika kita tahan menghabiskan waktu berjam-jam saling
bercerita dan menghibur, menangis bersama, dan tertawa bersama. Kita mencintai
dia dan dia mencintai kita. Yang isinya buruk punya jiwa yang terluka. Begitu
dalam luka-lukanya sehingga jiwanya tidak mampu lagi mencintai, justru karena
ia tidak merasakan cinta dalam hidupnya. Sayangnya yang kita tangkap darinya
seringkali justru sikap penolakan,dendam, kebencian, iri hati, kesombongan,
amarah, dll. Kita tidak suka dengan jiwa-jiwa semacam ini dan mencoba
menghindar dari mereka.
Kita
tahu bahwa itu semua BUKANlah karena semata-mata mereka pada dasarnya buruk,
tetapi ketidakmampuan jiwanya memberikan cinta karena justru ia membutuhkan
cinta kita, membutuhkan empati kita, kesabaran dan keberanian kita untuk
mendengarkan luka-luka terdalam yang memasung jiwanya.
Bagaimana
bisa kita mengharapkan seseorang yang terluka lututnya berlari bersama kita?
Bagaimana bisa kita mengajak seseorang yang takut air berenang bersama? Luka di
lututnya dan ketakutan terhadap airlah yang mesti disembuhkan, bukan mencaci
mereka karena mereka tidak mau berlari atau berenang bersama kita. Mereka tidak
akan bilang bahwa "lutut" mereka luka atau mereka "takut
air", mereka akan bilang bahwa mereka tidak suka berlari atau mereka akan
bilang berenang itu membosankan dll, karena bagaimanapun mereka manusia yang
punya harga diri dan membutuhkan pengakuan akan keberadaan dirinya. It's a
defense mechanism. Itulah cara mereka mempertahankan diri.
Mereka
tidak akan bilang : "Aku tidak bisa menari" ; tapi mereka akan bilang
:"Menari itu tidak menarik." Mereka tidak akan bilang : "Aku
membutuhkan kamu" ; tapi mereka akan bilang : "Tidak ada yang cocok
denganku." Mereka tidak akan bilang :"Aku kesepian" ; tapi
mereka akan bilang : "Teman-temanku sudah lulus semua" Mereka tidak
akan bilang :"Aku butuh diterima"; tapi mereka akan bilang :
"Aku ini buruk, siapa yang bakal tahan denganku.." Mereka tidak akan
bilang :"Aku ingin didengarkan"; tapi mereka akan bilang :
"Kisah hidupku membosankan.."
Mereka
semua hadiah buat kita, entah bungkusnya bagus atau jelek, entah isinya bagus
atau jelek. Dan jangan tertipu oleh kemasan. Hanya ketika kita bertemu
jiwa-dengan-jiwa, kita tahu hadiah sesungguhnya yang sudah disiapkanNya buat
kita. Berikanlah makna di dalam kehidupan Anda bukan hanya untuk diri Anda
sendiri saja melainkan juga untuk membahagiakan sesama manusia di dalam
lingkungan kehidupan Anda. Berikanlah waktu bagi diri Anda dengan digabung oleh
rasa kasih ! Sehingga anda dapat mengerti arti nilai dari waktu.
Untuk
mengetahui nilainya waktu SATU TAHUN tanyakanlah kepada mahasiswa yg tidak
lulus ujian. Untuk mengetahui nilainya waktu SATU BULAN tanyakanlah kepada Ibu
yg melahirkan bayi secara premature. Untuk mengetahui nilainya waktu SATU
MINGGU tanyalah kepada redaksi dan editor dari majalah mingguan. Untuk
mengetahui nilainya waktu SATU JAM tanyakanlah kepada seorang kekasih yg sedang
menunggu kedatangan pacarnya. Untuk mengetahui nilainya waktu SATU MENIT
tanyakanlah kepada orang yg terlambat untuk naik kereta api. Untuk mengetahui
nilainya waktu SATU DETIK tanyakanlah kepada seorang yang barusan saja
mengalami musibah karena kelalaian dalam sedetik saja.
Yesterday is history, Tommorow is
mistery, Today is a gift! That's why it's called the present! Seorang sahabat sama seperti satu permata yg tak ternilai
harganya. Seorang sahabat bisa membuat kita ceria, membuat kita terhibur.
Mereka
meminjamkan kupingnya kepada kita pada saat kita membutuhkannya. Seorang
sahabat hadir pada saat kita sedang berduka, tidak dimengerti, merasa ditolak
oleh lingkungan bahkan oleh kekasih hati kita yaitu orang-orang yang terdekat
dengan kita. Mereka bersedia membuka hati maupun perasaannya untuk berbagi suka
dan duka dengan kita pada saat kita membutuhkannya. Maka dari itu janganlah
buang-buang waktu yg Anda miliki, janganlah sia-siakan waktu yg sedemikian
berharganya. Bagikanlah sebagian dari waktu yg Anda miliki untuk seorang
sahabat.
Pasti waktu yg Anda berikan tsb akan berbalik
kembali seperti juga satu lingkaran walaupun terkadang kita tidak tahu dari
mana dan dari siapa datangnya. Mulailah kita awali dengan membagikan waktu kita
sejenak dengan menforward artikel ini kepada semua kawan atau sahabat yg
membutuhkannya.
Dengan
ucapan I Care about You, tentu dengan kemauan yang tulus really I care about
you. Wass. wr. wb.
SEJARAH PERKEMBANGAN TEKNOLOGI KOMUNIKASI
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR
BELAKANG
Media cetak merupakan salah satu bentuk media massa yang sudah ada
sejak beratus tahun lalu, dan menjadi bagian dari masyarakat. media cetak
berfungsi sebagai media informasi dan sarana edukasi bagi masyarakat. Informasi
yang dihasilkan dari media cetak bisa dipergunakan sebagai sarana untuk
pengambilan keputusan. media cetak juga berfungsi sebagai sarana pengawas atas
tindakan korupsi dan hal-hal buruk lainnya yang mungkin terjadi. Salah satu
yang menjadi tantangan bagi industri media cetak dalam beberapa tahun terakhir
adalah melesatnya peran teknologi informasi, terutama internet, sebagai sarana
pemenuhan kebutuhan informasi bagi masyarakat. Melalui internet, masyarakat
bisa lebih mudah mengakses informasi dan berita yang diinginkan, tanpa ada
batasan ruang dan waktu
Kemudian seperti apa kondisi masyarakat, menyikapi menjamurnya
media online yang sudah jelas-jelas memberi pengaruh pada penyebaran informasi
dan komunikasi dalam kehidupan sehari-hari.
B. RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan uraian latar belakang diatas penulis dapat merumuskan
masalah sebagai berikut:
a. Seperti apa Sejarah
perkembangan teknologi komunikasi ?
c. Seberapa banyak
masyarakat yang bergantung pada dua jenis media tersebut.?
C. TUJUAN PENULISAN
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini
adalah sebagai berikut:
a. Untuk mengetahui
seperti apa perkembangn teknologi komunikasi yang terjadi
b. Untuk mengetahui sejarah
media cetak dan media online.
c. Untuk mengetahui media
mayoritas yang digunakan masyarakat.
BAB II
PEMBAHASAN
A. PERKEMBANGAN
TEKNOLOGI KOMUNIKASI
- Sejarah
komunikasi
Dewasa ini, kehidupan manusia di dunia menjadi sangat berkembang.
Seiring dengan perkembangan zaman pula, manusia dihadapkan dengan situasi dan
kondisi dimana mereka harus saling berinteraksi dengan manusia lainnya, karena
pada hakikatnya manusia adalah makhluk sosial. Proses interaksi antar manusia
ini disebut dengan komunikasi. Secara umum, istilah komunikasi adalah suatu
proses penyampaian informasi (pesan, ide, gagasan) dari satu pihak kepada pihak
yang lainnya agar terjadi saling mempengaruhi diantara keduanya (feedback). Komunikasi
dibedakan menjadi 2 yakni, komunikasi verbal dan komunikasi non verbal.
Komunikasi verbal merupakan interaksi antar dua orang atau lebih, dimana dalam
pemyampaian informasi disampaikan secara lisan dan langsung pada pihak yang
dituju untuk disampaikan informasi tersebut. Sedangkan komunikasi non verbal
merupakan proses interaksi antar dua orang atau lebih, dimana dalam penyampaian
pesan, caranya adalah dengan berupa tulisan (seperti surat, telegram, sms,
email, dll) dan bersifat tidak lansung. Komponen komunikasi terdiri dari
pengirim pesan (sender), pesan (informasi), penerima pesan (receiver),
dan juga timbal balik (feedback). Adapun sejarah mengeani
komunikasi yakni sebagai berikut
Pada awal kehidupan di dunia, komunikasi digunakan untuk mengungkapkan
kebutuhan organis. Sinyal-sinyal kimiawi pada organisme awal digunakan untuk
reproduksi. Seiring dengan evolusi kehidupan, maka sinyal-sinyal kimiawi
primitif yang digunakan dalam berkomunikasi juga ikut berevolusi dan membuka
peluang terjadinya perilaku yang lebih rumit seperti tarian kawin pada ikan.
Pada binatang, komunikasi juga dilakukan untuk menunjukkan
keunggulan, biasanya dengan sikap menyerang. Munurut sejarah evolusi sekitar
250 juta tahun yang lalu munculnya "otak reptil" menjadi penting
karena otak memungkinkan reaksi-reaksi fisiologis terhadap kejadian di dunia
luar yang kita kenal sebagai emosi. Pada manusia modern, otak reptil ini masih
terdapat pada sistem limbik otak manusia, dan hanya dilapisi oleh otak lain
"tingkat tinggi".
Manusia berkomunikasi untuk membagi pengetahuan dan pengalaman.
Bentuk umum komunikasi manusia termasuk bahasa sinyal, bicara, tulisan,
gerakan, dan penyiaran. Komunikasi dapat berupa interaktif, transaktif,
bertujuan, atau tak bertujuan. Melalui komunikasi, sikap dan perasaan seseorang
atau sekelompok orang dapat dipahami oleh pihak lain. Akan tetapi, komunikasi
hanya akan efektif apabila pesan yang disampaikan dapat ditafsirkan sama oleh
penerima pesan tersebut. Walaupun komunikasi sudah dipelajari sejak lama dan
termasuk “barang antik”, topik ini menjadi penting khususnya pada abad 20
karena pertumbuhan komunikasi digambarkan sebagai “penemuan yang revolusioner”,
hal ini dikarenakan peningkatan teknologi komunikasi yang pesat seperti radio.
Televisi, telepon, satelit dan jaringan komuter seiring dengan industiralisasi
bidang usaha yang besar dan politik yang mendunia. Komunikasi dalam tingkat
akademi mungkin telah memiliki departemen sendiri dimana komunikasi dibagi-bagi
menjadi komunikasi masa, komunikasi bagi pembawa acara, humas dan lainnya,
namun subyeknya akan tetap. Pekerjaan dalam komunikasi mencerminkan keberagaman
komunikasi itu sendiri
2. Sejarah Teknologi informasi
Teknologi Informasi dilihat dari kata penyusunnya adalah teknologi
dan informasi. Secara mudahnya teknologi informasi adalah hasil rekayasa
manusia terhadap proses penyampaian informasi dari bagian pengirim ke penerima
sehingga pengiriman informasi tersebut akan lebih cepat, lebih luas sebarannya,
dan lebih lama penyimpanannya.
Pada awal sejarah, manusia bertukar informasi melalui bahasa. Maka bahasa adalah teknologi. Bahasa memungkinkan seseorang memahami informasi yang disampaikan oleh orang lain. Tetapi bahasa yang disampaikan dari mulut ke mulut hanya bertahan sebentar saja, yaitu hanya pada saat si pengirim menyampaikan informasi melalui ucapannya itu saja. Setelah ucapan itu selesai, maka informasi yang berada di tangan si penerima itu akan dilupakan dan tidak bisa disimpan lama. Selain itu jangkauan suara juga terbatas. Untuk jarak tertentu, meskipun masih terdengar, informasi yang disampaikan lewat bahasa suara akan terdegradasi bahkan hilang sama sekali. Setelah itu teknologi penyampaian informasi berkembang melalui gambar. Dengan gambar jangkauan informasi bisa lebih jauh. Gambar ini bisa dibawa-bawa dan disampaikan kepada orang lain. Selain itu informasi yang ada akan bertahan lebih lama. Beberapa gambar peninggalan zaman purba masih ada sampai sekarang sehingga manusia sekarang dapat (mencoba) memahami informasi yang ingin disampaikan pembuatnya.
Pada awal sejarah, manusia bertukar informasi melalui bahasa. Maka bahasa adalah teknologi. Bahasa memungkinkan seseorang memahami informasi yang disampaikan oleh orang lain. Tetapi bahasa yang disampaikan dari mulut ke mulut hanya bertahan sebentar saja, yaitu hanya pada saat si pengirim menyampaikan informasi melalui ucapannya itu saja. Setelah ucapan itu selesai, maka informasi yang berada di tangan si penerima itu akan dilupakan dan tidak bisa disimpan lama. Selain itu jangkauan suara juga terbatas. Untuk jarak tertentu, meskipun masih terdengar, informasi yang disampaikan lewat bahasa suara akan terdegradasi bahkan hilang sama sekali. Setelah itu teknologi penyampaian informasi berkembang melalui gambar. Dengan gambar jangkauan informasi bisa lebih jauh. Gambar ini bisa dibawa-bawa dan disampaikan kepada orang lain. Selain itu informasi yang ada akan bertahan lebih lama. Beberapa gambar peninggalan zaman purba masih ada sampai sekarang sehingga manusia sekarang dapat (mencoba) memahami informasi yang ingin disampaikan pembuatnya.
Ditemukannya alfabet dan angka arabik memudahkan cara penyampaian
informasi yang lebih efisien dari cara yang sebelumnya. Suatu gambar yang
mewakili suatu peristiwa dibuat dengan kombinasi alfabet, atau dengan penulisan
angka, seperti MCMXLIII diganti dengan 1943. Teknologi dengan alfabet ini
memudahkan dalam penulisan informasi itu. Kemudian, teknologi percetakan
memungkinkan pengiriman informasi lebih cepat lagi. Teknologi elektronik
seperti radio, tv, komputer mengakibatkan informasi menjadi lebih cepat
tersebar di area yang lebih luas dan lebih lama tersimpan.
- Perkembangan
Teknologi Komunikasi
Jika berbicara tentang teknologi, tentunya tidak bisa dipisahkan
dari kehidupan manusia. Selamanya, selama peradaban manusia masih ada, teknologi
akan terus menjadi hal terpenting dalam kehidupan. Hal yang saat ini sedang
menjadi trend dan ramai perbincangkan adalah teknologi informasi dan komunikasi
(TIK) yang mana merupakan salah satu hal terpenting di abad ini. Tidak dapat
dipungkiri kalau TIK tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia. Mulai dari
anak kecil hinga orang tua, pedagang kecil hingga pengusaha besar, baik
disadari maupun tidak sudah begitu tergantung pada TIK. Jika dilihat dari
kacamata sejarah, TIK sesungguhnya sudah mulai dikenal manusia sejak
beratus-ratus berabad-abad lalu. Sejak manusia diciptakan di muka bumi ini,
manusia sudah mulai mencoba berkomunikasi dengan symbol-simbol dan isyarat. Hal
ini merupakan titik awal perkembangan TIK. Manusia yang lebih maju dan modern mampu
berkomunikasi secara lisan dan mulai mampu mendokumentasikan informasi dalam
bentuk tulisan dan ukiran baik dalam bentuk simbol maupun gambar.
Pada jaman dahulu kala, teknik pendokumentasian informasi pun
masih sangat sederhana, tetapi akhirnya terus berkembang dengan sangat pesat
hingga saat ini. Beberapa alat yang digunakan pada zaman dahulu antara lain
adalah, tulang, batu, kulit kayu, tanah liat, dan kulit binatang. Adapun
karakteristik dari cara penyampaian informasi pada zaman dahulu adalah informasi
menyebar dengan lambat dan kurang efektif.
Setelah masa revolusi industri, alat-alat mekanik bahkan
elektronik mulai ditemukan, termasuk didalamnya alat-alat yang mampu membuat
penyebaran informasi menjadi lebih mudah dan efektif. Jika pada awalnya orang
yang berjarak jauh hanya mampu berkomunikasi lewat surat atau melalui kurir,
maka pada abad pertengahan ini sudah mulai digunakan telegraf. Beberapa tahun
kemudian, Alexander Graham Bel menemukan telepon yang mampu dipakai untuk
berkomunikasi oleh orang walaupun berjarak jauh.
TIK berkembang dengan sangat pesat hingga saat ini. Saat ini,
jarak dan waktu seakan tidak lagi menjadi halangan dalam berkomunikasi. Orang
yang berada di pulau yang berbeda bahkan negara yang berbeda kini sudah mampu
melakukkan komunikasi bahkan mampu ditampilkan secara visual. Salah satu hal
yang sedang menjadi trend sat ini adalah kegiatan yang berbasis internet dan
elektronik. Beberapa contoh diantaranya adalah e-learnig, e-banking,
e-library, e-labolatory, e-mail dan sebagainya. Aktivitas-aktivitas
berbasis elektronik ini sudah pasti sangat membantu kegiatan manusia. Dengan
hal tersebut di atas, dimensi ruang dan waktu tidak lagi menjadi hambatan
Selain itu,proses pengolahan data pun semakin cepat dan efisien.
Berbagai barang elektonik mulai dari televisi, handphone, pager, PDA, laptop
hingga plamptop sudah menjadi barang-barang yang tidak asing lagi bagi
masyarakat. Perkembangan TIK pun semakin pesat seiring dengan ditemukannya
alat-alat yang lebih canggih. Melihat apa yang terjadi saat ini, dapat
dibayangkan apa yang mungkin dapat terjadi di masa nanti. Jauhnya jarak tidak
lagi akan terasa. Kelak komunikasi jarak jauh akan dilakukan dengan hologram
tiga dimensi yang begitu nyata. Pekerjaan-pekerjaan manusia akan mulai dikerjakan
oleh robot yang bekerja secara otomatis dan mampu belajar dari pengalamannya
sehingga mampu mengkoreksi kesalahan yang ia lakukan dengan sendirinya
Teknologi kompuuter pun akan berkembang dengan pesat. Komputer
masa depan akan mampu merespon tindakan-tindakan manusia dan memahami bahasa
manusia. Lebih canggihnya lagi, komputer generasi yang akan datang diramalkan,
akan memiliki perasaan layaknya manusia. Melihat fakta dan gambaran masa depan
seperti diuraikan di atas, muncul satu kekhawatiran, “Akankan eksistensi
manusia digantikan oleh komputer?” dan “Akankah manusia mampu bertahan dari
kepunahan?”. Satu hal yang patut kita sadari dan tekadkan, “Teknologi dibuat
untuk membantu manusia, bukan untuk memperbudak manusia”.
B. MEDIA CETAK
surat kabar adalah suatu penerbitan yang ringan dan mudah dibuang,
biasanya dicetak pada kertas berbiaya rendah yang disebut kertas koran, yang
berisi berita-berita terkini dalam berbagai topik. Topiknya bisa berupa even
politik, kriminalitas, olahraga, tajuk rencana, cuaca. Surat kabar juga biasa
berisi kartun, TTS dan hiburan lainnya.
Ada juga surat kabar yang dikembangkan untuk bidang-bidang
tertentu, misalnya berita untuk industri tertentu, penggemar olahraga tertentu,
penggemar seni atau partisipan kegiatan tertentu. Jenis surat kabar umum
biasanya diterbitkan setiap hari, kecuali pada hari-hari libur. Surat kabar
sore juga umum di beberapa negara. Selain itu, juga terdapat surat kabar
mingguan yang biasanya lebih kecil dan kurang prestisius dibandingkan dengan
surat kabar harian dan isinya biasanya lebih bersifat hiburan.
Kebanyakan negara mempunyai setidaknya satu surat kabar nasional
yang terbit di seluruh bagian negara. Di Indonesia contohnya adalah KOMPAS.
Pemilik surat kabar, atau sang penanggung jawab, adalah sang penerbit, Orang
yang bertanggung jawab terhadap isi surat kabar disebut editor.
- Surat Kabar Pertama di Indonesia
Ada beberapa kriteria untuk bisa menyebut apakah surat kabar
pertama yang terbit di Indonesia. Surat kabar mulai terbit di Indonesia pada
pertengahan abad 18 dan umumnya diterbitkan oleh orang-orang Belanda dan
berbahasa Belanda pula namun seiring dengan perkembangan mulai banyak surat
kabar yang diterbitkan dalam bahasa Melayu namun kebanyakan masih beraksara
Arab, Jawa atapun campuran dengan aksara Latin.
Yang dimaksud dengan surat kabar pertama di Indonesia ialah surat kabar dengan bahasa Melayu dan murni beraksara Latin dan memiliki redaksi orang Indonesia asli serta diterbitkan oleh orang Indonesia asli.Warta Berita adalah koran atau surat kabar pertama di Indonesia dan terbit pada tahun 1901.
Yang dimaksud dengan surat kabar pertama di Indonesia ialah surat kabar dengan bahasa Melayu dan murni beraksara Latin dan memiliki redaksi orang Indonesia asli serta diterbitkan oleh orang Indonesia asli.Warta Berita adalah koran atau surat kabar pertama di Indonesia dan terbit pada tahun 1901.
- Koran Indonesia Pertama
Pada tahun 1901, Datuk Sutan Marajo bersama adiknya bernama
Baharudin Sutan Rajo nan Gadang menerbitkan dan memimpin sendiri sebuah surat
kabar yang diberinya nama Warta Berita yang merupakan surat kabar pertama di
Indonesia yang berbahasa Indonesia (bahasa Melayu dengan huruf Latin) dimiliki
dan redakturnya orang Indonesia.
- Sistem cetak jarak jauh
Perkembangan teknologi modern (komputer, internet, dll) kini
memungkinkan pencetakan surat kabar secara simultan di beberapa tempat,
sehingga peredaran di daerah-daerah yang jauh dari pusat penerbitan dapat
dilakukan lebih awal. Misalnya, koran Republika yang pusatnya di Jakarta,
melakukan sistem cetak jarak jauh (SCJJ) di Solo. Koran International Herald
Tribune yang beredar di Indonesia dicetak dan diterbitkan di Singapura, padahal
kantor pusatnya berada di Paris. Di satu pihak sistem ini menolong beredarnya
koran-koran kota besar di daerah-daerah dengan lebih tepat waktu. Namun di
pihak lain, koran-koran daerah banyak yang mengeluh karena hal ini membuat
koran-koran besar semakin merajai dan mematikan koran-koran daerah yang lebih
kecil.
- Format
Surat kabar modern biasanya terbit dalam salah satu dari tiga
ukuran:
* broadsheet (ukuran besar) (29½ X 23½ inci), biasanya berkesan lebih intelektual.
* tabloid: setengah ukuran broadsheet, dan sering dipandang sebagai berisi kabar-kabar yang lebih sensasional.
* broadsheet (ukuran besar) (29½ X 23½ inci), biasanya berkesan lebih intelektual.
* tabloid: setengah ukuran broadsheet, dan sering dipandang sebagai berisi kabar-kabar yang lebih sensasional.
* "Berliner" atau "midi" (470×315 mm), yang
digunakan surat kabar di Eropa seperti Le Monde. Sejak tahun 1980-an, banyak
surat kabar yang dicetak berwarna dan disertai grafis. Ini menunjukkan bahwa
tata letak surat kabar semakin penting dalam menarik perhatian pembaca.
C. MEDIA ONLINE
Media online adalah sebutan umum untuk sebuah bentuk media yang
berbasis telekomunikasi dan multimedia (baca-komputer dan internet). Didalamnya
terdapat portal, website (situs web), radio-online, TV-online, pers online,
mail-online, dll, dengan karakteristik masing-masing sesuai dengan fasilitas
yang memungkinkan user memanfaatkannya
Salah satu desain media online yang paling umum
diaplikasikan dalam praktik jurnalistik modern dewasa ini adalah berupa situs
berita. Situs berita atau portal informasi sesuai dengan namanya merupakan
pintu gerbang informasi yang memungkinkan pengakses informasi memperoleh aneka
fitur fasilitas teknologi online dan berita didalamnya. Content-nya
merupakan perpaduan layanan interaktif yang terkait informasi secara langsung,
misalnya tanggapan langsung, pencarian artikel, forum diskusi, dll; dan atau
yang tidak berhubungan sama sekali dengannya, misalnya games, chat, kuis, dll
(Iswara, 2001).
Lebih lanjut tentang media online berupa portal informasi ini, Iswara (2001) menjelaskan karakteristik umum yang dimiliki media jenis ini, yaitu:
· Kecepatan
(aktualitas) informasi
Kejadian atau peristiwa yang terjadi di lapangan dapat
langsung di upload ke dalam situs web media online ini, tanpa
harus menunggu hitungan menit, jam atau hari, seperti yang terjadi pada media
elektronik atau media cetak. Dengan demikian mempercepat distribusi informasi
ke pasar (pengakses), dengan jangkauan global lewat jaringan internet, dan
dalam waktu bersamaan .dan umumnya informasi yang ada tertuang dalam bentuk
data dan fakta bukan cerita.
· Adanya
pembaruan (updating) informasi
Informasi disampaikan secara terus menerus, karena adanya
pembaruan (updating) informasi. Penyajian yang bersifat realtime
ini menyebabkan tidak adanya waktu yang diiistemewakan (prime time) karena
penyediaan informasi berlangsung tanpa putus, hanya tergantung kapan pengguna
mau mengaksesnya.
· Interaktivitas
Salah satu keunggulan media online ini yang
paling membedakan dirinya dengan media lain adalah fungsi interaktif. Model
komunikasi yang digunakan media konvensional biasanya bersifat searah (linear)
dan bertolak dari kecenderungan sepihak dari atas (top-down). Sedangkan
media online bersifat dua arah dan egaliter. Berbagai features
yang ada seperti chatroom, e-mail, online polling/survey, games,
merupakan contoh interactive options yang terdapat di media online.
Pembaca pun dapat menyampaikan keluhan, saran, atau tanggapan ke bagian redaksi
dan bisa langsung dibalas.
· Personalisasi
Pembaca atau pengguna semakin otonom dalam menentukan informasi
mana yang ia butuhkan. Media online memberikan peluang kepada
setiap pembaca hanya mengambil informasi yang relevan bagi dirinya, dan
menghapus informasi yang tidak ia butuhkan. Jadi selektivitas informasi dan
sensor berada di tangan pengguna (self control).
· Kapasitas
muatan dapat diperbesar
Informasi yang termuat bisa dikatakan tanpa batas karena didukung
media penyimpanan data yang ada di server komputer dan sistem
global. Informasi yang pernah disediakan akan tetap tersimpan, dan dapat
ditambah kapan saja, dan pembaca dapat mencarinya dengan mesin pencari (search
engine).
· Terhubung
dengan sumber lain (hyperlink)
Setiap data dan informasi yang disajikan dapat dihubungkan dengan
sumber lain yang juga berkaitan dengan informasi tersebut, atau disambungkan ke bank
data yang dimiliki media tersebut atau dari sumber-sumber luar.
Karakter hyperlink ini juga membuat para pengakses bisa
berhubungan dengan pengakses lainnya ketika masuk ke sebuah situs media online dan
menggunakan fasilitas yang sama dalam media tersebut, misalnya dalam chatroom, lewat e-mail atau
games.
D. HASIL SURVEY PADA SEJUMLAH RESPONDEN
Seiring perkembangan tekhnologi komunikasi yang sudah sedimikian
pesat. Pola-pola penyampaian informasi dan komunikasi pun turut mengalami
perumahan. Seperti contoh terkikisnya bisnis media cetak.
Hal ini ditandai dengan surutnya era surat kabar di berbagai
penjuru dunia, yang ditandai dengan surutnya pendapatan iklan dan jumlah
pelanggan, terlebih lagi dari kalangan muda. Menurut Leksono (2009), hal ini
dikarenakan generasi muda yang juga dikenal sebagai generasi digital atau generation C
lebih menyukai peralatan (gadget) untuk mendapatkan informasi. Generasi
digital adalah mereka yang lahir setelah tahun 1980, dapat dikatakan bahwa
sejak lahir mereka sudah bersentuhan dengan teknologi. Mereka lebih senang main
internet dan menonton televisi dibandingkan membaca koran. Sampai saat ini di
Indonesia peranan koran masih dirasakan sangat penting, dan lagi pengaruh dari
media online terhadap penurunan jumlah pembaca dan pemasang
iklan tidak sebesar yang terjadi di Amerika Serikat dan di Eropa.
Hal ini dikarenakan sarana internet belum menjangkau seluruh
wilayah di pelosok negeri, dan belum semua orang di Indonesia bisa mengakses
internet, baik karena keterbatasan infrastruktur maupun karena kemampuan
penggunannya. Terbukti dari 20 responden menyatakan seluruhnya mengetahui
perkembangan teknologi komunikasi. Mereka juga mengenal situs-situs jejaring
social, dan link-link internet lainnya. Akan tetapi 80 % dari mereka
masih sangat menyukai pemberitaan dalam surat kabar. Dimana, keseluran
responden yang menyukai pemberitaan di surat kabar tersebut berusia pada
generasi yang lengkap. Mulai dari jarak usia 20 tahun sampai 55 tahun. Mereka
menjelaskan bahwa ada sebuah impression tersendiri pada
pemberitaan surat kabar, sekalipun isi pemberitaan nya sama dengan berita pada
situs di internet.
Begitu pula munculnya media baru yang disebut media online.
Media ini menjadi pusat data bagi pembaca agar mereka dapat mencari berita
maupun hal lainnya disini. Keberadaan media online juga turut
mempengaruhi strategi bisnis dari perusahaan surat kabar dan televisi. Banyak
penerbit koran yang membuat versi online-nya meskipun isi beritanya
kurang lebih sama dengan yang diberitakan di edisi cetaknya seperti yang
dilakukan koran Kompas.
Kompas membagi website-nya menjadi www.kompas.com dan
http://cetak.kompas.com, sehingga bila pembaca ingin mengetahui berita di
luar edisi cetak, mereka dapat mengaksesnya melalui www.kompas.com. Selain itu
pembaca juga dapat mengakses e-paper untuk melihat isi koran
digital yang sama dengan Kompas dalam bentuk media cetak. Salah satu kelemahan
dari koran dalam bentuk media cetak adalah, berita yang dimunculkan hari ini
adalah berita yang terjadi kemarin atau periode sebelumnya. Informasi yang
terjadi satu jam yang lalu baru akan diterbitkan pada koran esok hari.
Padahal di zaman yang serba instant ini,
masyarakat cenderung ingin mengetahui berita secara lebih cepat dan tepat.
Bentuk keterbatasan lain dari koran adalah wilayah penyebarannya dibatasi
secara geografis. Sementara berita melalui media online bisa
diakses dimana saja dan kapan saja si pembaca membutuhkan informasi. Keunggulan
lainnya dari media online adalah komunikasi bisa terjadi dua
arah antara pembaca dengan medianya. Pembaca bisa langsung memasukkan saran,
tanggapan, pertanyaan maupun pernyataan kepada redakturnya. Dan bila tim
redakturnya aktif, maka saran, tanggapan, pertanyaan maupun pernyataan yang
masuk ke dapur redaksi, bisa ditanggapi langsung oleh tim redaksi dari media
tersebut.
Bahkan saat ini dengan semakin berkembang pesatnya pengguna
situs jejaring sosial, seperti Facebook dan Twitter, seseorang bisa turut
berperan serta dalam memberikan informasi mengenai peristiwa yang terjadi.
Media online tidak memiliki keterbatasan dari sisi geografis.
Sebagai contoh, seorang warga negara Indonesia yang tinggal di Amerika Serikat
bisa membuka situs berita atau portal berita yang ada di Indonesia, seperti
Detik.com, sehingga kita bisa mengetahui peristiwa terkini di belahan dunia
manapun tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu. Sementara surat kabar hanya
beredar di tingkat lokal ataupun nasional saja.
DAFTARA PUSTAKA
Jurnalisme Online (2012) di akses pada tanggal 15 november 2012. http://jurnalisme-makassar.blogspot.com/
Arya-Artikel (2010) pengertian
media online. Di akses pada tanggal 15 november 2012. http://arya-neo.blogspot.com/2010/10/pengertian-media-online.html
Novita
Indriyani (2010) perkembangan TIK di Indonesia. Di akses pada tanggal 16
november 2012. http://www.slideshare.net/.../perkembangan-tik-di-indonesia.html
Sejarah
Pertekom (2008) revolusi komunkasi. Di akses pada tanggal 16 november 2012. http://tugaskuliahqu.blogspot.com/2008/11/menurut-nordenstreng-dan-varis-1973-ada.html
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)