SEJARAH PERKEMBANGAN TEKNOLOGI KOMUNIKASI








BAB I
PENDAHULUAN
A.    LATAR BELAKANG
Media cetak merupakan salah satu bentuk media massa yang sudah ada sejak beratus tahun lalu, dan menjadi bagian dari masyarakat. media cetak berfungsi sebagai media informasi dan sarana edukasi bagi masyarakat. Informasi yang dihasilkan dari media cetak bisa dipergunakan sebagai sarana untuk pengambilan keputusan. media cetak juga berfungsi sebagai sarana pengawas atas tindakan korupsi dan hal-hal buruk lainnya yang mungkin terjadi. Salah satu yang menjadi tantangan bagi industri media cetak dalam beberapa tahun terakhir adalah melesatnya peran teknologi informasi, terutama internet, sebagai sarana pemenuhan kebutuhan informasi bagi masyarakat. Melalui internet, masyarakat bisa lebih mudah mengakses informasi dan berita yang diinginkan, tanpa ada batasan ruang dan waktu
Kemudian seperti apa kondisi masyarakat, menyikapi menjamurnya media online yang sudah jelas-jelas memberi pengaruh pada penyebaran informasi dan komunikasi dalam kehidupan sehari-hari.




B.     RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan uraian latar belakang diatas penulis dapat merumuskan masalah sebagai berikut:
a.       Seperti apa Sejarah perkembangan teknologi komunikasi ?
b.      Seperti apa sejarah perkembangan kedua media tersebut.?
c.       Seberapa banyak masyarakat yang bergantung pada dua jenis media tersebut.?


C.    TUJUAN PENULISAN
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut:
a.       Untuk mengetahui seperti apa perkembangn teknologi komunikasi yang terjadi
b.      Untuk mengetahui sejarah media cetak dan media online.
c.       Untuk mengetahui media mayoritas yang digunakan masyarakat.



BAB II
PEMBAHASAN

A.    PERKEMBANGAN TEKNOLOGI KOMUNIKASI

  1. Sejarah komunikasi

Dewasa ini, kehidupan manusia di dunia menjadi sangat berkembang. Seiring dengan perkembangan zaman pula, manusia dihadapkan dengan situasi dan kondisi dimana mereka harus saling berinteraksi dengan manusia lainnya, karena pada hakikatnya manusia adalah makhluk sosial. Proses interaksi antar manusia ini disebut dengan komunikasi. Secara umum, istilah komunikasi adalah suatu proses penyampaian informasi (pesan, ide, gagasan) dari satu pihak kepada pihak yang lainnya agar terjadi saling mempengaruhi diantara keduanya (feedback). Komunikasi dibedakan menjadi 2 yakni, komunikasi verbal dan komunikasi non verbal. Komunikasi verbal merupakan interaksi antar dua orang atau lebih, dimana dalam pemyampaian informasi disampaikan secara lisan dan langsung pada pihak yang dituju untuk disampaikan informasi tersebut. Sedangkan komunikasi non verbal merupakan proses interaksi antar dua orang atau lebih, dimana dalam penyampaian pesan, caranya adalah dengan berupa tulisan (seperti surat, telegram, sms, email, dll) dan bersifat tidak lansung. Komponen komunikasi terdiri dari pengirim pesan (sender), pesan (informasi), penerima pesan (receiver), dan juga timbal balik (feedback). Adapun sejarah mengeani komunikasi yakni sebagai berikut
Pada awal kehidupan di dunia, komunikasi digunakan untuk mengungkapkan kebutuhan organis. Sinyal-sinyal kimiawi pada organisme awal digunakan untuk reproduksi. Seiring dengan evolusi kehidupan, maka sinyal-sinyal kimiawi primitif yang digunakan dalam berkomunikasi juga ikut berevolusi dan membuka peluang terjadinya perilaku yang lebih rumit seperti tarian kawin pada ikan.
Pada binatang, komunikasi juga dilakukan untuk menunjukkan keunggulan, biasanya dengan sikap menyerang. Munurut sejarah evolusi sekitar 250 juta tahun yang lalu munculnya "otak reptil" menjadi penting karena otak memungkinkan reaksi-reaksi fisiologis terhadap kejadian di dunia luar yang kita kenal sebagai emosi. Pada manusia modern, otak reptil ini masih terdapat pada sistem limbik otak manusia, dan hanya dilapisi oleh otak lain "tingkat tinggi".
Manusia berkomunikasi untuk membagi pengetahuan dan pengalaman. Bentuk umum komunikasi manusia termasuk bahasa sinyal, bicara, tulisan, gerakan, dan penyiaran. Komunikasi dapat berupa interaktif, transaktif, bertujuan, atau tak bertujuan. Melalui komunikasi, sikap dan perasaan seseorang atau sekelompok orang dapat dipahami oleh pihak lain. Akan tetapi, komunikasi hanya akan efektif apabila pesan yang disampaikan dapat ditafsirkan sama oleh penerima pesan tersebut. Walaupun komunikasi sudah dipelajari sejak lama dan termasuk “barang antik”, topik ini menjadi penting khususnya pada abad 20 karena pertumbuhan komunikasi digambarkan sebagai “penemuan yang revolusioner”, hal ini dikarenakan peningkatan teknologi komunikasi yang pesat seperti radio. Televisi, telepon, satelit dan jaringan komuter seiring dengan industiralisasi bidang usaha yang besar dan politik yang mendunia. Komunikasi dalam tingkat akademi mungkin telah memiliki departemen sendiri dimana komunikasi dibagi-bagi menjadi komunikasi masa, komunikasi bagi pembawa acara, humas dan lainnya, namun subyeknya akan tetap. Pekerjaan dalam komunikasi mencerminkan keberagaman komunikasi itu sendiri

2.      Sejarah Teknologi informasi
Teknologi Informasi dilihat dari kata penyusunnya adalah teknologi dan informasi. Secara mudahnya teknologi informasi adalah hasil rekayasa manusia terhadap proses penyampaian informasi dari bagian pengirim ke penerima sehingga pengiriman informasi tersebut akan lebih cepat, lebih luas sebarannya, dan lebih lama penyimpanannya.
Pada awal sejarah, manusia bertukar informasi melalui bahasa. Maka bahasa adalah teknologi. Bahasa memungkinkan seseorang memahami informasi yang disampaikan oleh orang lain. Tetapi bahasa yang disampaikan dari mulut ke mulut hanya bertahan sebentar saja, yaitu hanya pada saat si pengirim menyampaikan informasi melalui ucapannya itu saja. Setelah ucapan itu selesai, maka informasi yang berada di tangan si penerima itu akan dilupakan dan tidak bisa disimpan lama. Selain itu jangkauan suara juga terbatas. Untuk jarak tertentu, meskipun masih terdengar, informasi yang disampaikan lewat bahasa suara akan terdegradasi bahkan hilang sama sekali. Setelah itu teknologi penyampaian informasi berkembang melalui gambar. Dengan gambar jangkauan informasi bisa lebih jauh. Gambar ini bisa dibawa-bawa dan disampaikan kepada orang lain. Selain itu informasi yang ada akan bertahan lebih lama. Beberapa gambar peninggalan zaman purba masih ada sampai sekarang sehingga manusia sekarang dapat (mencoba) memahami informasi yang ingin disampaikan pembuatnya.
Ditemukannya alfabet dan angka arabik memudahkan cara penyampaian informasi yang lebih efisien dari cara yang sebelumnya. Suatu gambar yang mewakili suatu peristiwa dibuat dengan kombinasi alfabet, atau dengan penulisan angka, seperti MCMXLIII diganti dengan 1943. Teknologi dengan alfabet ini memudahkan dalam penulisan informasi itu. Kemudian, teknologi percetakan memungkinkan pengiriman informasi lebih cepat lagi. Teknologi elektronik seperti radio, tv, komputer mengakibatkan informasi menjadi lebih cepat tersebar di area yang lebih luas dan lebih lama tersimpan.

  1. Perkembangan Teknologi Komunikasi
Jika berbicara tentang teknologi, tentunya tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia. Selamanya, selama peradaban manusia masih ada, teknologi akan terus menjadi hal terpenting dalam kehidupan. Hal yang saat ini sedang menjadi trend dan ramai perbincangkan adalah teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang mana merupakan salah satu hal terpenting di abad ini. Tidak dapat dipungkiri kalau TIK tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia. Mulai dari anak kecil hinga orang tua, pedagang kecil hingga pengusaha besar, baik disadari maupun tidak sudah begitu tergantung pada TIK. Jika dilihat dari kacamata sejarah, TIK sesungguhnya sudah mulai dikenal manusia sejak beratus-ratus berabad-abad lalu. Sejak manusia diciptakan di muka bumi ini, manusia sudah mulai mencoba berkomunikasi dengan symbol-simbol dan isyarat. Hal ini merupakan titik awal perkembangan TIK. Manusia yang lebih maju dan modern mampu berkomunikasi secara lisan dan mulai mampu mendokumentasikan informasi dalam bentuk tulisan dan ukiran baik dalam bentuk simbol maupun gambar.
Pada jaman dahulu kala, teknik pendokumentasian informasi pun masih sangat sederhana, tetapi akhirnya terus berkembang dengan sangat pesat hingga saat ini. Beberapa alat yang digunakan pada zaman dahulu antara lain adalah, tulang, batu, kulit kayu, tanah liat, dan kulit binatang. Adapun karakteristik dari cara penyampaian informasi pada zaman dahulu adalah informasi menyebar dengan lambat dan kurang efektif.
Setelah masa revolusi industri, alat-alat mekanik bahkan elektronik mulai ditemukan, termasuk didalamnya alat-alat yang mampu membuat penyebaran informasi menjadi lebih mudah dan efektif. Jika pada awalnya orang yang berjarak jauh hanya mampu berkomunikasi lewat surat atau melalui kurir, maka pada abad pertengahan ini sudah mulai digunakan telegraf. Beberapa tahun kemudian, Alexander Graham Bel menemukan telepon yang mampu dipakai untuk berkomunikasi oleh orang walaupun berjarak jauh.
TIK berkembang dengan sangat pesat hingga saat ini. Saat ini, jarak dan waktu seakan tidak lagi menjadi halangan dalam berkomunikasi. Orang yang berada di pulau yang berbeda bahkan negara yang berbeda kini sudah mampu melakukkan komunikasi bahkan mampu ditampilkan secara visual. Salah satu hal yang sedang menjadi trend sat ini adalah kegiatan yang berbasis internet dan elektronik. Beberapa contoh diantaranya adalah e-learnig, e-banking, e-library, e-labolatory, e-mail dan sebagainya. Aktivitas-aktivitas berbasis elektronik ini sudah pasti sangat membantu kegiatan manusia. Dengan hal tersebut di atas, dimensi ruang dan waktu tidak lagi menjadi hambatan
Selain itu,proses pengolahan data pun semakin cepat dan efisien. Berbagai barang elektonik mulai dari televisi, handphone, pager, PDA, laptop hingga plamptop sudah menjadi barang-barang yang tidak asing lagi bagi masyarakat. Perkembangan TIK pun semakin pesat seiring dengan ditemukannya alat-alat yang lebih canggih. Melihat apa yang terjadi saat ini, dapat dibayangkan apa yang mungkin dapat terjadi di masa nanti. Jauhnya jarak tidak lagi akan terasa. Kelak komunikasi jarak jauh akan dilakukan dengan hologram tiga dimensi yang begitu nyata. Pekerjaan-pekerjaan manusia akan mulai dikerjakan oleh robot yang bekerja secara otomatis dan mampu belajar dari pengalamannya sehingga mampu mengkoreksi kesalahan yang ia lakukan dengan sendirinya
Teknologi kompuuter pun akan berkembang dengan pesat. Komputer masa depan akan mampu merespon tindakan-tindakan manusia dan memahami bahasa manusia. Lebih canggihnya lagi, komputer generasi yang akan datang diramalkan, akan memiliki perasaan layaknya manusia. Melihat fakta dan gambaran masa depan seperti diuraikan di atas, muncul satu kekhawatiran, “Akankan eksistensi manusia digantikan oleh komputer?” dan “Akankah manusia mampu bertahan dari kepunahan?”. Satu hal yang patut kita sadari dan tekadkan, “Teknologi dibuat untuk membantu manusia, bukan untuk memperbudak manusia”.


B.     MEDIA CETAK
surat kabar adalah suatu penerbitan yang ringan dan mudah dibuang, biasanya dicetak pada kertas berbiaya rendah yang disebut kertas koran, yang berisi berita-berita terkini dalam berbagai topik. Topiknya bisa berupa even politik, kriminalitas, olahraga, tajuk rencana, cuaca. Surat kabar juga biasa berisi kartun, TTS dan hiburan lainnya.

Ada juga surat kabar yang dikembangkan untuk bidang-bidang tertentu, misalnya berita untuk industri tertentu, penggemar olahraga tertentu, penggemar seni atau partisipan kegiatan tertentu. Jenis surat kabar umum biasanya diterbitkan setiap hari, kecuali pada hari-hari libur. Surat kabar sore juga umum di beberapa negara. Selain itu, juga terdapat surat kabar mingguan yang biasanya lebih kecil dan kurang prestisius dibandingkan dengan surat kabar harian dan isinya biasanya lebih bersifat hiburan.

Kebanyakan negara mempunyai setidaknya satu surat kabar nasional yang terbit di seluruh bagian negara. Di Indonesia contohnya adalah KOMPAS. Pemilik surat kabar, atau sang penanggung jawab, adalah sang penerbit, Orang yang bertanggung jawab terhadap isi surat kabar disebut editor.

- Surat Kabar Pertama di Indonesia
Ada beberapa kriteria untuk bisa menyebut apakah surat kabar pertama yang terbit di Indonesia. Surat kabar mulai terbit di Indonesia pada pertengahan abad 18 dan umumnya diterbitkan oleh orang-orang Belanda dan berbahasa Belanda pula namun seiring dengan perkembangan mulai banyak surat kabar yang diterbitkan dalam bahasa Melayu namun kebanyakan masih beraksara Arab, Jawa atapun campuran dengan aksara Latin.

Yang dimaksud dengan surat kabar pertama di Indonesia ialah surat kabar dengan bahasa Melayu dan murni beraksara Latin dan memiliki redaksi orang Indonesia asli serta diterbitkan oleh orang Indonesia asli.Warta Berita adalah koran atau surat kabar pertama di Indonesia dan terbit pada tahun 1901.

- Koran Indonesia Pertama
Pada tahun 1901, Datuk Sutan Marajo bersama adiknya bernama Baharudin Sutan Rajo nan Gadang menerbitkan dan memimpin sendiri sebuah surat kabar yang diberinya nama Warta Berita yang merupakan surat kabar pertama di Indonesia yang berbahasa Indonesia (bahasa Melayu dengan huruf Latin) dimiliki dan redakturnya orang Indonesia.

- Sistem cetak jarak jauh
Perkembangan teknologi modern (komputer, internet, dll) kini memungkinkan pencetakan surat kabar secara simultan di beberapa tempat, sehingga peredaran di daerah-daerah yang jauh dari pusat penerbitan dapat dilakukan lebih awal. Misalnya, koran Republika yang pusatnya di Jakarta, melakukan sistem cetak jarak jauh (SCJJ) di Solo. Koran International Herald Tribune yang beredar di Indonesia dicetak dan diterbitkan di Singapura, padahal kantor pusatnya berada di Paris. Di satu pihak sistem ini menolong beredarnya koran-koran kota besar di daerah-daerah dengan lebih tepat waktu. Namun di pihak lain, koran-koran daerah banyak yang mengeluh karena hal ini membuat koran-koran besar semakin merajai dan mematikan koran-koran daerah yang lebih kecil.

- Format
Surat kabar modern biasanya terbit dalam salah satu dari tiga ukuran:
* broadsheet (ukuran besar) (29½ X 23½ inci), biasanya berkesan lebih intelektual.
* tabloid: setengah ukuran broadsheet, dan sering dipandang sebagai berisi kabar-kabar yang lebih sensasional.
* "Berliner" atau "midi" (470×315 mm), yang digunakan surat kabar di Eropa seperti Le Monde. Sejak tahun 1980-an, banyak surat kabar yang dicetak berwarna dan disertai grafis. Ini menunjukkan bahwa tata letak surat kabar semakin penting dalam menarik perhatian pembaca.

C.    MEDIA ONLINE
Media online adalah sebutan umum untuk sebuah bentuk media yang berbasis telekomunikasi dan multimedia (baca-komputer dan internet). Didalamnya terdapat portal, website (situs web), radio-online, TV-online, pers online, mail-online, dll, dengan karakteristik masing-masing sesuai dengan fasilitas yang memungkinkan user memanfaatkannya
Salah satu desain media online yang paling umum diaplikasikan dalam praktik jurnalistik modern dewasa ini adalah berupa situs berita. Situs berita atau portal informasi sesuai dengan namanya merupakan pintu gerbang informasi yang memungkinkan pengakses informasi memperoleh aneka fitur fasilitas teknologi online dan berita didalamnya. Content-nya merupakan perpaduan layanan interaktif yang terkait informasi secara langsung, misalnya tanggapan langsung, pencarian artikel, forum diskusi, dll; dan atau yang tidak berhubungan sama sekali dengannya, misalnya games, chat, kuis, dll (Iswara, 2001).

Lebih lanjut tentang media online berupa portal informasi ini, Iswara (2001) menjelaskan karakteristik umum yang dimiliki media jenis ini, yaitu:
·         Kecepatan (aktualitas) informasi
Kejadian atau peristiwa yang  terjadi di lapangan dapat langsung di upload ke dalam situs web media online ini, tanpa harus menunggu hitungan menit, jam atau hari, seperti yang terjadi pada media elektronik atau media cetak. Dengan demikian mempercepat distribusi informasi ke pasar (pengakses), dengan jangkauan global lewat jaringan internet, dan dalam waktu bersamaan .dan umumnya informasi yang ada tertuang dalam bentuk data dan fakta bukan cerita.
·         Adanya pembaruan (updating) informasi
Informasi disampaikan secara terus menerus, karena adanya pembaruan (updating) informasi. Penyajian yang bersifat realtime ini menyebabkan tidak adanya waktu yang diiistemewakan (prime time) karena penyediaan informasi berlangsung tanpa putus, hanya tergantung kapan pengguna mau mengaksesnya.
·         Interaktivitas
Salah satu keunggulan media online ini yang paling membedakan dirinya dengan media lain adalah fungsi interaktif. Model komunikasi yang digunakan media konvensional biasanya bersifat searah (linear) dan bertolak dari kecenderungan sepihak dari atas (top-down). Sedangkan media online bersifat dua arah dan egaliter. Berbagai features yang ada seperti chatroom, e-mail, online polling/survey, games, merupakan contoh interactive options yang terdapat di media online. Pembaca pun dapat menyampaikan keluhan, saran, atau tanggapan ke bagian redaksi dan bisa langsung dibalas.
·         Personalisasi
Pembaca atau pengguna semakin otonom dalam menentukan informasi mana yang ia butuhkan. Media online memberikan peluang kepada setiap pembaca hanya mengambil informasi yang relevan bagi dirinya, dan menghapus informasi yang tidak ia butuhkan. Jadi selektivitas informasi dan sensor berada di tangan pengguna (self control).
·         Kapasitas muatan dapat diperbesar
Informasi yang termuat bisa dikatakan tanpa batas karena didukung media penyimpanan data yang ada di server komputer dan sistem global. Informasi yang pernah disediakan akan tetap tersimpan, dan dapat ditambah kapan saja, dan pembaca dapat mencarinya dengan mesin pencari (search engine).
·         Terhubung dengan sumber lain (hyperlink)
Setiap data dan informasi yang disajikan dapat dihubungkan dengan sumber lain yang juga berkaitan dengan informasi tersebut, atau disambungkan ke bank data yang dimiliki media tersebut atau dari sumber-sumber luar. Karakter hyperlink ini juga membuat para pengakses bisa berhubungan dengan pengakses lainnya ketika masuk ke sebuah situs media online dan menggunakan fasilitas yang sama dalam media tersebut, misalnya dalam chatroom, lewat e-mail atau games.





D.    HASIL SURVEY PADA SEJUMLAH RESPONDEN
Seiring perkembangan tekhnologi komunikasi yang sudah sedimikian pesat. Pola-pola penyampaian informasi dan komunikasi pun turut mengalami perumahan. Seperti contoh terkikisnya bisnis media cetak.
Hal ini ditandai dengan surutnya era surat kabar di berbagai penjuru dunia, yang ditandai dengan surutnya pendapatan iklan dan jumlah pelanggan, terlebih lagi dari kalangan muda. Menurut Leksono (2009), hal ini dikarenakan generasi muda yang juga dikenal sebagai generasi digital atau generation C lebih menyukai peralatan (gadget) untuk mendapatkan informasi. Generasi digital adalah mereka yang lahir setelah tahun 1980, dapat dikatakan bahwa sejak lahir mereka sudah bersentuhan dengan teknologi. Mereka lebih senang main internet dan menonton televisi dibandingkan membaca koran. Sampai saat ini di Indonesia peranan koran masih dirasakan sangat penting, dan lagi pengaruh dari media online terhadap penurunan jumlah pembaca dan pemasang iklan tidak sebesar yang terjadi di Amerika Serikat dan di Eropa.
Hal ini dikarenakan sarana internet belum menjangkau seluruh wilayah di pelosok negeri, dan belum semua orang di Indonesia bisa mengakses internet, baik karena keterbatasan infrastruktur maupun karena kemampuan penggunannya. Terbukti dari 20 responden  menyatakan seluruhnya mengetahui perkembangan teknologi komunikasi. Mereka juga mengenal situs-situs jejaring social, dan link-link internet lainnya. Akan tetapi  80 % dari mereka masih sangat menyukai pemberitaan dalam surat kabar. Dimana, keseluran responden yang menyukai pemberitaan di surat kabar tersebut berusia pada generasi yang lengkap. Mulai dari jarak usia 20 tahun sampai 55 tahun. Mereka menjelaskan bahwa ada sebuah impression tersendiri pada pemberitaan surat kabar, sekalipun isi pemberitaan nya sama dengan berita pada situs di internet. 
Begitu pula  munculnya media baru yang disebut media online. Media ini menjadi pusat data bagi pembaca agar mereka dapat mencari berita maupun hal lainnya disini. Keberadaan media online juga turut mempengaruhi strategi bisnis dari perusahaan surat kabar dan televisi. Banyak penerbit koran yang membuat versi online-nya meskipun isi beritanya kurang lebih sama dengan yang diberitakan di edisi cetaknya seperti yang dilakukan koran Kompas.
Kompas membagi website-nya menjadi www.kompas.com dan http://cetak.kompas.com,  sehingga bila pembaca ingin mengetahui berita di luar edisi cetak, mereka dapat mengaksesnya melalui www.kompas.com. Selain itu pembaca juga dapat mengakses e-paper untuk melihat isi koran digital yang sama dengan Kompas dalam bentuk media cetak. Salah satu kelemahan dari koran dalam bentuk media cetak adalah, berita yang dimunculkan hari ini adalah berita yang terjadi kemarin atau periode sebelumnya. Informasi yang terjadi satu jam yang lalu baru akan diterbitkan pada koran esok hari.
Padahal di zaman yang serba instant ini, masyarakat cenderung ingin mengetahui berita secara lebih cepat dan tepat. Bentuk keterbatasan lain dari koran adalah wilayah penyebarannya dibatasi secara geografis. Sementara berita melalui media online bisa diakses dimana saja dan kapan saja si pembaca membutuhkan informasi. Keunggulan lainnya dari media online adalah komunikasi bisa terjadi dua arah antara pembaca dengan medianya. Pembaca bisa langsung memasukkan saran, tanggapan, pertanyaan maupun pernyataan kepada redakturnya. Dan bila tim redakturnya aktif, maka saran, tanggapan, pertanyaan maupun pernyataan yang masuk ke dapur redaksi, bisa ditanggapi langsung oleh tim redaksi dari media tersebut.
 Bahkan saat ini dengan semakin berkembang pesatnya pengguna situs jejaring sosial, seperti Facebook dan Twitter, seseorang bisa turut berperan serta dalam memberikan informasi mengenai peristiwa yang terjadi. Media online tidak memiliki keterbatasan dari sisi geografis. Sebagai contoh, seorang warga negara Indonesia yang tinggal di Amerika Serikat bisa membuka situs berita atau portal berita yang ada di Indonesia, seperti Detik.com, sehingga kita bisa mengetahui peristiwa terkini di belahan dunia manapun tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu. Sementara surat kabar hanya beredar di tingkat lokal ataupun nasional saja.







DAFTARA PUSTAKA


Jurnalisme Online (2012) di akses pada tanggal 15 november 2012.  http://jurnalisme-makassar.blogspot.com/
Arya-Artikel (2010)  pengertian media online. Di  akses pada tanggal 15 november 2012. http://arya-neo.blogspot.com/2010/10/pengertian-media-online.html
Novita Indriyani (2010) perkembangan TIK di Indonesia. Di akses pada tanggal 16 november 2012. http://www.slideshare.net/.../perkembangan-tik-di-indonesia.html 
Sejarah Pertekom (2008) revolusi komunkasi. Di akses pada tanggal 16 november 2012. http://tugaskuliahqu.blogspot.com/2008/11/menurut-nordenstreng-dan-varis-1973-ada.html




Thursday, April 17, 2014
Posted by Ulul Albab LM Putra

KOMUNIKASI MASSA DAN OPINI PUBLIK





OPINI PUBLIK
            Opini publik merupakan salah satu pengintegrasian pendapat dari sekumpulan orang yang menaruh perhatian terhadap suatu issue atau pokok permasalahan yang sifatnya kontroversial. Pengintegrasian pendapat itu baru dapat disebut opini publik setelah pesannya dimuat dalam media massa, yaitu disiarkan melalui televisi, radio, atau dicetak melalui surat kabar atau majalah, serta diedarkan & ditonton melalui film-film yang diputar di gedung-gedung bioskop. Jadi, masyarakat mengetahui masalah yang mendapat opini dari masyarakat atau opini dari publik-publik tertentu & membicarakan dalam pembicaraan di warung-warung kopi, warung makan, di tempat kerja, & di mana saja ada kesempatan mengobrol, setelah disiarkan atau dicetak oleh media massa.
Pembicaraan publik-publik tertentu itulah yang kemudian disebut opini publik, yaitu opini yang berasal dari individu-individu, kemudian mendapat tanggapan, didiskusikan, sehingga menjadi lebih luas & lebih menyebar  Hal itulah yang menyebabkan bahwa opini publik itu sangat bergantung pada media massa. Tanpa media massa, masyarakat tidak akan mengetahui adanya opini & publik-publik yang beraneka ragam, yang menaruh minat atau tertarik pada permasalahan faktual yang muncul ke permukaan itu, yaitu yang beredar di masyarakat & dimuat oleh media massa cetak atau yang disiarkan melalui radio & televisi.
Opini yang disiarkan melalui media massa itu biasanya mengenai permasalahan yang sangat faktual & kontroversial, misalnya yang menyangkut kepentingan masyarakat atau yang berhubungan dengan keadilan, kelayakan hidup, dan sebagainya. Masalah seperti itu biasanya yang mengundang opini dalam masyarakat, seperti saat sekarang adalah mengenai kenaikan harga sembako, susu untuk bayi & anak-anak, dan sebagainya. Opini publik mengenai hal-hal tersebut akan terus diperhatikan orang, didiskusikan, ditambah & dikurangi informasinya/faktanya, sehingga yang tidak faktual ditinggalkan, yang agak faktual beredar luas di kalangan masyarakat, & begitulah seterusnya.
Ferdinand Tonnies (dalam Sunaryo, 1997, 30) menyebutkan ada tiga tahap opini publik dalam perkembangannya, yaitu:
1.             Opini publik luftartig, yaitu opini publik yang laksana uap, di mana dalam perkembangannya masih terombang-ambing mencari bentuk yang nyata.
2.             Opini publik yang flussig, yang mempunyai sifat-sifat seperti air, opini publik ini sudah mempunyai bentuk yang nyata, tetapi masih dapat dialirkan menurut saluran yang dikehendaki.
3.             Opini publik yang festig, adalah opini publik yang sudah kuat, & tidak mudah berubah.
Tahap perkembangan atau pembentukan opini publik itu disebabkan perbedaan latar belakang pengetahuan, pengalaman dari individu-individu yang menaruh minat terhadap permasalahan, di samping usia, kedekatan terhadap masalah, pendidikan & faktor-faktor dari luar dirinya seperti banyaknya masalah yang lain, pertentangan pengaruh teman, waktu yang tersedia, dan sebagainya, turut berperan dalam pembentukan atau perkembangan opini publik.

KOMUNIKASI
Proses komunikasi adalah proses penyampaian pesan dari seseorang kepada orang lain dengan menggunakan lambang atau simbol sebagai media. Tanpa media tidak mungkin pesan bisa sampai kepada komunikan yaitu penerima pesan. Lambang yang digunakan dalam penyampaian pesan kepada komunikan adalah bahasa. Bahasa dalam komunikasi dikenal sebagai media primer ini adalah: kial (gesture), isyarat, gambar, warna, & lain sebagainya.
Jika bahasa sebagai media primer, tentunya ada media lainnya, yaitu media sekunder, yang dalam penyampaiannya menggunakan alat atau sarana misalnya: surat, telepon, surat kabar, majalah, radio, televisi, film, internet, dst. Pada umumnya pembicaraan dalam masyarakat yang dinamakan media komunikasi adalah media yang ke dua atau sekunder. Jarang sekali bahasa dianggap media komunikasi, sebab bahasa dengan pesan yang disampaikan menjadi suatu hal yang tidak bisa dipisahkan. Lain halnya dengan media surat, telepon, radio & lainnya, tidak selalu digunakan, sedangkan bahasa itu sudah menjadi paket, di mana orang berkomunikasi pasti memakai bahasa. Jadi dengan demikian media adalah alat atau sarana yang memungkinkan seseorang atau komunikator bisa menyampaikan pesan kepada komunikan atau si penerima pesan, & seperti yang telah diutarakan bahwa bahasa termasuk sebagai totalitas pesan. Bahasa memang yang paling banyak digunakan dalam berkomunikasi, jadi jika menyebut media yang dimaksud adalah semua alat di luar bahasa. Sesungguhnya bahasa adalah alat yang paling banyak digunakan dalam berkomunikasi, karena bahasa sebagai lambang mampu mentransmisikan pikiran, ide, pendapat, & lain sebagainya. Bila dibayangkan jika tidak ada simbol-simbol untuk sesuatu benda di sekitar manusia yang selanjutnya menjadi kata-kata, maka sulit sekali manusia berkomunikasi baik mengenai sesuatu yang konkrit apa lagi abstrak. Karena dilengkapi dengan media di luar bahasa maka manusia dengan mudah dapat berkomunikasi satu dengan yang lain, karena itu dalam bentuk komunikasi ditambahkan satu bentuk lagi yaitu komunikasi medio (medio communication) di samping bentuk komunikasi persona, kelompok, & komunikasi massa. 

KOMUNIKASI MASSA
Bentuk komunikasi massa ini adalah suatu bentuk komunikasi yang memakai media massa. Komunikasi massa sebenarnya merupakan singkatan dari komunikasi media massa. (mass communications), yaitu proses komunikasi melalui media massa. Menurut Sastroputro (1987, 12), komunikasi massa itu memiliki ciri sebagai berikut:
1.             Komunikasi ditujukan kepada massa/orang banyak sebagai komunikan.
2.             Komunikasi dilakukan serempak.
3.    Komunikator merupakan suatu organisasi, lembaga, atau orang yang dilembagakan (institutionalized person).
4.             Pesannya bersifat umum.
5.          Media yang digunakan adalah media massa, artinya bisa menjangkau sekaligus orang banyak.
6.             Umpan balik (feedback) tidak langsung/terlambat.
Berdasarkan ciri-ciri komunikasi massa seperti yang telah diutarakan tersebut, jadi komunikasi massa itu:
1.      Pertama, bahwa komunikasi massa itu adalah komunikasi yang ditujukan kepada massa atau orang banyak sebagai komunikannya. Komunikan yang merupakan kumpulan anggota-anggota masyarakat itu bersifat heterogen. Ini berarti bahwa komunikan yang terpencar-pencar itu bermacam-macam dalam berbagai hal seperti: jenis kelamin, usia, pendidikan, agama, pengalaman, pekerjaan, keinginan, cita-cita, pandangan hidup, & sebagainya. Komunikan yang heterogen itu akan menyebabkan kesulitan seorang komunikator dalam menyebarkan informasi melalui media massa karena setiap individu dari khalayak itu menghendaki agar keinginannya terpenuhi. Demikian juga bagi pengelola media massa tidak mungkin untuk memenuhi keinginan komunikan, & salah satu cara untuk dapat mendekati keinginan seluruh khalayak komunikan adalah dengan mengelompokan berdasarkan perbedaan-perbedaan yang ada. Dengan demikian khalayak penonton dapat dikelompokkan berdasarkan jenis kelamin, usia pekerjaan, pendidikan, kesenangan, dsb. Seperti telah dikemukakan pengelompokan yang dilakukan oleh berbagai media massa dengan mengadakan rubrik-rubrik atau acara tertentu untuk kelompok atau publik:
-          pembaca surat kabar atau majalah,
-          pendengar radio,
-          penonton televisi.
Hampir semua media massa menyajikan rubrik-rubrik khusus bagi publik masing-masing medianya. Dalam media mass cetak misalnya diadakan rubrik khusus untuk: anak-anak, remaja, & dewasa; pemeluk Agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, & kepercayaan terhadap Tuhan Yang Mahaesa; murid/siswa TK, SD, SMP, SMU, & mahasiswa; penggemar seni teater; teknologi; & kelompok-kelompok lainnya. Pada media televisi pun diadakan acara-acara khusus sesuai dengan kelompok penonton, seperti: acara anak-anak, kaum wanita, dewasa, kesenian tradisional, hiburan musik, film khusus anak, film dewasa, dapur sehat, dialog, dsb.

2.      komunikasi dilakukan serempak, ini berarti bahwa ciri komunikasi massa dengan media massa dapat melakukan keserempakkan pada komunikan dalam menerima pesan-pesan yang disebarkan. Dengan ciri keserempakan itu maka pesan-pesan yang disebarkan bisa dengan cepat diterima di mana saja di seluruh daerah di Indonesia, & penerimaan pesannya juga pada saat yang sama. Media massa televisi & radio merupakan media elektronika yang benar-benar serempak dalam penyajiannya, demikian juga penontonnya yang mendengarkan & menonton acara yang disiarkan. Media surat kabar, majalah, & film sedikit berbeda dengan kedua media massa terdahulu. Surat kabar, majalah, & film bisa serempak dalam menyebarkannya tetapi pembaca surat kabar atau majalah & penonton film di bioskop berbedas dalam membaca & menontonnya, hal ini karena karakteristik khusus pembaca & penonton film yang tidak sama dengan pendengar radio & penonton televisi yang pengelola & publiknya bersamaan menyiarkan & menonton atau mendengarnya.

3.      Komunikatornya merupakan suatu organisasi atau lembaga, & orang yang dilembagakan. Media massa sebagai saluran komunikasi massa merupakan lembaga atau suatu organisasi. Hal ini berbeda dengan komunikator lain seperti dalang yang muncul dalam suatu forum bisa bertindak lebih bebas, karena ia bertindak atas namanya sendiri. Komunikator pada komunikasi massa, misalnya wartawan surat kabar, penyiar televisi, ia bertindak bukan atas namanya sendiri, tetapi atas nama lembaga, sehingga ia tidak bisa melanggar kebijaksanaan lembaga baik surat kabar maupun stasion televisi yang diwakilinya. Wartawan atau penyiar televisi tidak mempunyai kebebasan individual, semua berdasarkan kebijakan lembaga. Komunikator pada media massa itu tidak bekerja sendirian, tetapi bersama orang lain, & merupakan hasil kerja sama sejumlah orang. Karena itu maka komunikator media massa perlu betul-betul yang trampil sesuai dengan profesinya, sehingga bisa menghasilkan kerja yang baik, bermutu, & berdaya guna.

4.   Pesannya bersifat umum. Pesan yang disebarkan melalui media massa bersifat umum, karena ditujukan kepada umum & mengenai kepentingan umum. Jadi pesan pada media massa memang tidak ditujukan untuk perseorangan atau kelompok-kelompok tertentu, walaupun yang membaca, mendengar, atau menontonnya individu-individu tertentu yang tidak saling mengenai & berhubungan satu sama lain. Memang inilah yang membedakan media massa dengan media bukan massa. Media surat, telepon, telegram, e-mail, atau teleks bukan media massa karena ditujukkan kepada orang tertentu. Media massa tidak menyiarkan pesan yang tidak menyangkut kepentingan umum, semua pesannya ditujukan untuk kepentingan umum. Media massa bisa saja meliput atau menyiarkan pejabat pemerintah yang meresmikan atau membuka proyek pembangunan, tetapi media massa tidak akan meliput atau menyiarkan resepsi yang bersifat pribadi dari pejabat itu, kecuali kalau pejabat itu kepala negara atau presiden/wakilnya. Peliputan itu karena kekhususan bagi pejabat yang satu atau dua orang di suatu negara.


5.      Media yang digunakan adalah media massa. Ciri yang ke lima mengenai media yang digunakan dalam komunikasi massa, media yang digunakan adalah media massa, yaitu media yang dapat menjangkau orang banyak. Satu stasion televisi misalnya untuk komunikan yang banyak & tersebar di seluruh tanah air. Hal ini bisa karena memang sifatnya yang masal dari media massa itu. Lain halnya dengan media cetak surat kabar atau majalah yang asalnya satu kemudian diperbanyak sesuai dengan perkiraan yang membutuhkan. Tetapi saat diterima oleh komunikan dapat dibaca oleh leibh dari satu orang. Yang dilihat dari media massa jenis ini adalah keserempakan diterimanya & juga mungkin dibacanya.

6.      Umpan balik (feedback) tidak langsung/terlambat. Ciri media massa yang terakhir ini berarti bahwa pesan yang disebarkan itu bersifat satu arah, feedback-nya tidak langsung. Feedback-nya (sesuatu yang kembalinya) tidak saat itu seperti dalam komunikasi antar persona yang bentuknya timbal balik. Komunikator dalam komunikasi antar persona dapat secara langsung mengetahui reaksi yang berasal dari komunikan, sehingga bisa diketahui & disusun strategi lanjut dari komunikasi itu. Jadi dalam komunikasi massa, komunikator sama sekali tidak mengetahui arus balik yang berasal dari komunikan (pendengar, penonton, pembaca) saat itu. Jika ada arus balik atau reaksi itu terlambat atau tertunda, karena harus menunggu tanggapan yang belum ada. Penyiar radio & televisi atau sutradara film tidak mengetahui tanggapan khalayak: pembaca, pendengar, atau penonton yang dijadikan sasaran penyiarannya, penerbitannya, atau peredarannya pada saat itu.

Media dalam Proses Komunikasi Seperti telah diuraikan di muka proses komunikasi bisa dilakukan dengan dua cara:
a.       Proses komunikasi secara primer
       Proses komunikasi secara primer yaitu proses penyampaian pesan yang berisi pikiran, ide, atau perasaan seseorang kepada orang lain dengan menggunakan lambang atau simbol sebagai media. Lambang sebagai media primer dalam proses komunikasi adalah bahasa, kial, isyarat, gambar, warna, dsb.
b.      Proses komunikasi secara sekunder
       Berbeda dengan proses komunikasi secara primer, dalam proses komunikasi secara sekunder dalam prosesnya memakai alat atau media, media yang dimaksud misalnya: surat, telepon, teleks, surat kabar, majalah, radio, televisi, film, dsb. Proses komunikasi sekunder ini sebenarnya merupakan sumbangan dari komunikasi primer untuk menembus dimensi ruang & waktu.

Dalam proses komunikasi primer antara komunikator & komunikan, bahasalah sebagai penghubung yang paling utama di samping:
a.      Kial atau gesture yaitu gerakan-gerakan anggota tubuh seperti gerakan tangan, mata, badan, dsb.
b.      Isyarat dengan menggunakan alat seperti kentongan, sirene, asap, bedung, dsb.
c.    Gambar, apa pun bendanya menggantikan suatu lambang kata tertentu. Sering kali gambar inilebih menarik orang, terutama anak-anak, juga sering akan membawa pada suasana yang lebih menyenangkan dari pada hanya simbol atau lambang bahasa.
Perbedaan antara proses komunikasi primer & proses komunikasi sekunder, jika dalam proses komunikasi primer yang mendominasi adalah bahasa, maka dalam proses komunikasi sekunder adalah media atau alat yang bermacam-macam wujudnya. Dengan berkembangnya teknologi karena peradaban manusia makin tinggi, maka komunikasi bermedia mengalami kemajuan pesat yang bisa memadukan bahasa dengan gambar & warna, sehingga melahirkan film, televisi, video, piringan laser, VCD, dst., demikian jugadengan media cetak, tidak hanya menghasilkan surat, poster, spanduk, bulletin, dst., tetapi juga menghasilkan surat kabar, majalah, & tabloid dengan berbagai bentuk, warna, & kertas yang dipakainya.
Media yang digunakan dalam proses komunikasi sekunder oleh O.U. Effendy (1884, 23) diklasifikasikan menjadi:
1.         Media massa (mass media) &
2.         Media nir massa atau non massa (non mass media).

PENGARUH MEDIA MASSA DALAM OPINI PUBLIK
Pengaruh Media Massa dalam Opini Publik Informasi yang dimuat dalam media massa akan segera tersebar kepada khalayak yang besar, heterogen, & anonim. Wrigt (dalam Hennesey, 1981, 206) menyatakan bahwa pesan-pesan yang disampaikan kepada khalayak itu terbuka, sering dirancang untuk mencapai kebanyakan anggota khalayak secara simultan, sehingga pesan-pesan itu akan memberikan opini dari khalayak sebagai komunikan. Pesan yang biasa akan berlalu begitu saja, tetapi yang berhubungan dengan kepentingan rakyat banyak atau hajat hidup orang banyak sering kali menghasilkan opini yang dalam, yang cenderung menyerang kebijakan pemerintah. Dalam situasi saat sekarang, jika ada informasi mengenai kebutuhan pokok rakyat banyak, seperti minyak goreng, susu bubuk untuk balita, gula pasir, & beras akan banyak melahirkan opini dari rakyat sesuai dengan golongan-golongan profesinya, yang selanjutnya melahirkan opini publik. Berita dari media massa sering ditunggu oleh khalayak karena keingintahuan dari mereka. Sebaliknya juga pembuat keputusan yaitu pemerintah menjadikan media massa sebagai alat untuk mengetahui pikiran, keinginan masyarakat, sekali pun tidak diketahui secara pasti apa yang dikehendaki masyarakat banyak. Tetapi di saat ini, sebenarnya pemerintah dapat dengan mudah apa yang merupakan keinginan atau yang dikehendaki rakyat. Jika keadaannya kritis sebaiknya pemerintah tidak perlu banyak curiga, jika opini-opini publik di berbagai kota & daerah terus berlanjut, itu tandanya bahwa opini rakyat memang ada atau terbukti. Dari contoh tersebut jelaslah bahwa baik pemerintah maupun rakyat sebenarnya masing-masing saling memperhatikan, media massa menjadi perantaranya. Yang mempunyai cukup waktu akan menyimak informasi melalui televisi atau radio. Sebaliknya yang tidak cukup waktu mereka akan membaca media cetak sebagai alat untuk memuaskan kebutuhannya.
Media massa bagi masyarakat sebagai konsumennya memberikan tiga fungsi pokok, yaitu:
1.      Hiburan,
2.      Petunjuk/pemberi arah bagi kehidupan sehari-hari, &
3.      Sebagai sumber informasi & pendapat tentang berbagai peristiwa dalam masyarakat (Hannesey, 1981, 208).
Bagi masyarakat Indonesia ketiga fungsi media massa itu dinikmati oleh sebagian besar yang menyimak/membaca media tersebut. Dalam situasi krisis, berita-berita atau informasi mengenai situasi & politik negara, ditunggu, ditonton, dibaca, & didengar oleh segenap lapisan masyarakat. Kemudian mereka mendiskusikan dengan anggota keluarga & teman-teman sepekerjaan atau pergaulan, yang pada akhirnya melahirkan opini yang kadang-kadang sama atau berbeda terhadap yang dipermasalahkan.
Media massa pers, radio, & televisi mampu memikat perhatian khalayak secara serempak & simultan, karena itu ketiga media massa itu sering menimbulkan masalah dalam segala bidang kehidupan. Karena itu keberadaannya perlu diperhatikan oleh pemerintah & pengaruhnya juga perlu mendapat perhatian seksama dari pemerintah. Sewaktu-waktu akan memperkuat posisi pemerintah karena dukungan dari khalayaknya terhadap keputusan-keputusan yang dikeluarkan, tetapi sewaktu-waktu juga merupakan ancaman terhadap pemerintah karena opini-opini khalayak (opini publik) yang tajam & menusuk kadang-kadang mengkhawatirkan situasi yang ada. Jika khalayak atau publik tertentu mendukung kebijakan pemerintah, akan sangat menguntungkan posisi pemerintah.

             Dari uraian mengenai pengaruh media massa tersebut, seolah-olah media massa sungguh perkasa & hebat, tetapi di balik keperkasaannya sebenarnya ada kelemahan di baliknya. Kelemahan itu adalah justru dari sifatnya yang sepintas & singkat. Penyampaian media massa radio atau televisi cepat sekali, selintas, pesan yang satu diganti oleh pesan yang lain, sehingga jika khalayak, pendengar, atau penonton kurang menyimak, maka pengaruhnya sedikit pun mungkin tidak ada. Demikian juga media massa cetak, walaupun tidak seperti televisi atau radio yang selintas atau cepat sekali, pengaruhnya lebih banyak ditentukan oleh pembacanya sendiri. Jika pembaca media massa cetak itu tidak memiliki cukup waktu maka sekali pun informasi yang terdapat di dalamnya penting, menyangkut kepentingannya, sering kali hanya dibaca judulnya atau diperhatikan sesaat. Karena itu media massa bukanlah sesuatu yang sangat berkuasa & perkasa. Faktor lain yaitu komunikan, kondisinya sangat menentukan. Hal inilah yang perlu diperhatikan oleh pengelola media massa, supaya pesannya diperhatikan perlu ada strategi khusus agar pembaca, pendengar, & penonton mau memperhatikan media yang dihadapinya.

Posted by Ulul Albab LM Putra

RACUN


Dahulu kala di negeri cina, seorang gadis bernama Li-Li menikah lalu hidup bersama suami dan ibu mertuanya. Belum lama tinggal di rumah itu, Li-Li telah merasa bahwa ia sama sekali tidak bisa akur dengan ibu mertuanya. Mertuanya mempunyai watak sangat berbeda, banyak kebiasaannya yang menjengkelkan LI-Li, belum lagi ia selalu mencela Li-Li




Hari berganti minggu, minggu berganti bulan Li-Li dan mertuanya selalu terlibat dalam perdebatan dan permusuhan. Dan yang membuat keadaan semakin buruk adalah, menurut tradisi cina, Li-Li harus memnungkukan badan kepada ibu mertuanya dana mena’ati kehendaknya. Semua amarah dan ketidakbahagiaan di rumah tangga membuat suami Li-Li menjadi tertekan.




Akhirnya Li-Li tidak sanggup lagi menghadapi watak buruk dan sifat diktator ibu mertuanya. Ia memutuskan untuk berbuat sesuatu. Kemudian pergilah ia menemui tuan Huang, sahabat baik ayahnya, yang pekerjaannya menjual berbagai ramuan tradisional. Ia menceritakan masalah yang dihadapinya dan memohon kiranya boleh meminta racun sehingga ia bisa menyelesaikan semua problem yang dihadapinya.

Tuan Huang berfikir sejenak lalu berkata, “Li-Li, aku akan membantumu, tapi kau harus menaati peintahku!”



“Baik, Tuan Huang, aku akan melakukan apa saja perintahmu,” jawab Li-Li

Tuan Huang pergi ke ruang belakang beberapa menit, kemudian muncuk dengan sebuah bungkusan ditangannya.



“Kau tidak boleh meggunakan racun yang keras untuk menyingkirkan ibu mertuamu, karena Nanti orang-orang nanti akan curiga. Ku beri kau beberapa ramuan yang perlahan-lahan akan menimbun racun ditubuhnya. Setiap hari sipakan masakan yang lezat, lalu masukkan sedikit ramuan ini kedalam mangkuknya. Nah, agar tidak membuat orang lain curiga sepeninggalnya nanti, mulai sekarang mulailah bersikap manis kepadanya. Jangan berdebat lagi dengannya, taatilah segala perintahnya, dan perlakukan dia sebagai orang jatuh.” Kata Tuan Huang

Li-Li merasa sangat senang berterima kasih kepada Tuan Huang. Ia segera kembali kerumah untuk mulai melaksanakan rencananya. Minggu berganti bulan, waktu terus berjalan dan tiap hari Li-Li mengidangkan makan khusus untuk ibu mertuanya. Ia ingat betul nasehat Tuan Huang agar tidak bertindak mencurigakan. Ia lalu mengendalikan amarahnya, mena’ati mertuanya dan memperlakukan nya seperti ibunya sendiri.
Setelah 6 bulan, keadaan rumah tangga mereka berubah. Li-Li selalu mengendalikan diri sehingga hamper tidak pernah marah atau jengkel lagi. Ia tidak pernah lagi berdebat, karena ibu mertuanya sekarang tampak lebih ramah dan mudah dilayani.



Sikap sang mertua terhadap Li-Li pun berubah, ia mulai menyayangi Li-Li seperti anak kandungnya sendiri. Ia selalu bekata kepada kerabat dan temannya bahwa Li-Li adalah menantu yang paling baik. Li-Li dan mertuanya; satu dengan lainnya, : satu dengan lainnya, sekarang bersifat seperti anak dan ibu kandungnya sendiri. Suami Li-Li tentu saja merasa bahagia menyaksikan perubahan ini.




Suatu hari Li-Li menemui Tuan Huang untuk memohon pertolongannya lagi. “Tuan Huang yang saya hormati, tolong bantu aku untuk menyelamatkan mertuaku dari racun itu! Ia berubah menjadi wanita yang sangat baik. Aku sekarang mencintainya seperti ibuku sendiri. Aku tidak ingin dia mati karena racun yang ku berikan kepadanya.” 




Tuan Huan tersenyum dan menganggukan kepalanya, “Li-Li, tak ada yang perlu kau khawatirkan. Aku tak pernah member racun. Ramuan yang kuberikan kepadamu adalah vitamin dan obat kuat untuk memperbaiki kesehatan mertuamu. Racun yang sebenarnya tersimpan dalam pikiran dan sikapmu terhadapnya. Namun, semua racun itu sekarang telah terkikis habis oleh kasih sayang yang kau berikan kepadanya.”

***


Pernahkah kau sadari bahwa bagaimana kau memperlakukan orang lain adalah bagaimana orang lain itu juga akan memperlakukanmu. Ada pepatah cina berbunyi: orang yang mencintai orang lain akan mendapatkan balasan cinta dari orang itu.
Wednesday, April 16, 2014
Posted by Ulul Albab LM Putra

KAYA



Suatu hari seorang ayah dari keluarga  sangat kaya raya membawa anak lelakinya ke desa untuk menunjukkan kepadanya kehidupan orang-orang miskin di desa yang belum pernah dilihat oleh anak lelakinya itu. Mereka tinggal  beberapa hari di rumah seorang petani miskin dan merasakan hidup penuh kesederhanaan di desa.

Sekembalinya dari desa, sang ayah bertanya kepada anaknya, ”Bagaimana menurutmu perjalanan kita ini?”


“Hebat, Ayah,” kata anaknya.

“Apakah kau melihat bagaimana orang-orang miskin itu hidup?”
“Ya.” Jawab si bocah
“Lalu, pelajaran apa yang dapat kau ambil dari perjalanan itu?” tanya ayahnya dengan bangga.
“Aku baru sadar, bahwa kita punya dua anjing sedang mereka punya empat. Kita punya kolam renang  luasnya sampai setengah kebun, sedang mereka punya sungai yang tak memiliki ujung.  Kita mengimpor lentera untuk kebun kita, mereka punya bintang-bintang di malam hari. Teras kita luas sampai halaman depan, sedang mereka seluruh horizon. Kita punya tanah tempat tinggal kecil, mereka punya halaman sejauh mata memandang. Kita punya pembantu-pembantu yang melayani kita, sedang mereka memberikan pelayanan kepada orang lain dan saling membantu tanpa harus meminta imbalan. Kita membeli makanan kita, mereka memetik sendiri makanan mereka. Kita memiliki pagar mengelilingi dan melindungi kekayaan kita, mereka punya teman yang melindungi mereka.”

Sampai di sini, sang ayah tak bisa berkata apa-apa. Kemudian anaknya menambahkan,” Ayah, terima kasih, engkau telah menunjukkan betapa miskinnya kita.”


****
Posted by Ulul Albab LM Putra

BATU KECIL DARI ALLAH


Seorang mandor bangunan yang berada di lantai 5 ingin memanggil pekerjanya yang lagi bekerja di bawah. Setelah sang mandor berkali-kali berteriak memanggil, si pekerja tidak dapat mendengar karena fokus pada pekerjaannya dan bisingnya alat bangunan. Sang mandor terus berusaha agar si pekerja mau menoleh ke atas, dilemparnya Rp 1.000 yang jatuh tepat di sebelah si pekerja. Si pekerja hanya memungut Rp 1.000 tersebut dan melanjutkan pekerjaannya.

Sang mandor akhirnya melemparkan Rp 100.000 dan berharap si pekerja mau mengadah "sebentar saja" ke atas. Akan tetapi si pekerja hanya lompat kegirangan karena menemukan Rp 100.000 dan kembali asyik bekerja.

Pada akhirnya sang mandor melemparkan batu kecil yang tepat mengenai kepala si pekerja. Merasa kesakitan akhirnya si pekerja baru mau menoleh ke atas dan dapat berkomunikasi dengan sang mandor...

Cerita yang mungkin fiksi di atas sama dengan kehidupan kita, Allah selalu ingin mengingatkan kita, akan tetapi kita selalu sibuk mengurusi "dunia" kita. Kita diberi rezeki sedikit maupun banyak, sering kali kita lupa untuk menengadah bersyukur kepada Allah, bahkan lebih sering kita tidak mau tahu dari mana rezeki itu datang.

Ada yang mengatakan, "kita lagi "HOKI!" Bahkan yang lebih buruk lagi kita menjaditakabbur dengan rezeki dari Allah. Karena itu, jangan sampai kita mendapatkan lemparan "batu kecil" yang kita sebut musibah agar kita mau menoleh kepada Allah

Sungguh Allah sangat mencintai kita, marilah kita selalu ingat untuk menoleh kepada-Nya sebelum Allah "melemparkan batu kecil".

Semoga Bermanfaat...
Posted by Ulul Albab LM Putra

Popular Post

Friends

Waktu

Pengunjung

- Copyright © CATATAN ULUL ALBAB -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -