KOMUNIKASI MASSA DAN OPINI PUBLIK





OPINI PUBLIK
            Opini publik merupakan salah satu pengintegrasian pendapat dari sekumpulan orang yang menaruh perhatian terhadap suatu issue atau pokok permasalahan yang sifatnya kontroversial. Pengintegrasian pendapat itu baru dapat disebut opini publik setelah pesannya dimuat dalam media massa, yaitu disiarkan melalui televisi, radio, atau dicetak melalui surat kabar atau majalah, serta diedarkan & ditonton melalui film-film yang diputar di gedung-gedung bioskop. Jadi, masyarakat mengetahui masalah yang mendapat opini dari masyarakat atau opini dari publik-publik tertentu & membicarakan dalam pembicaraan di warung-warung kopi, warung makan, di tempat kerja, & di mana saja ada kesempatan mengobrol, setelah disiarkan atau dicetak oleh media massa.
Pembicaraan publik-publik tertentu itulah yang kemudian disebut opini publik, yaitu opini yang berasal dari individu-individu, kemudian mendapat tanggapan, didiskusikan, sehingga menjadi lebih luas & lebih menyebar  Hal itulah yang menyebabkan bahwa opini publik itu sangat bergantung pada media massa. Tanpa media massa, masyarakat tidak akan mengetahui adanya opini & publik-publik yang beraneka ragam, yang menaruh minat atau tertarik pada permasalahan faktual yang muncul ke permukaan itu, yaitu yang beredar di masyarakat & dimuat oleh media massa cetak atau yang disiarkan melalui radio & televisi.
Opini yang disiarkan melalui media massa itu biasanya mengenai permasalahan yang sangat faktual & kontroversial, misalnya yang menyangkut kepentingan masyarakat atau yang berhubungan dengan keadilan, kelayakan hidup, dan sebagainya. Masalah seperti itu biasanya yang mengundang opini dalam masyarakat, seperti saat sekarang adalah mengenai kenaikan harga sembako, susu untuk bayi & anak-anak, dan sebagainya. Opini publik mengenai hal-hal tersebut akan terus diperhatikan orang, didiskusikan, ditambah & dikurangi informasinya/faktanya, sehingga yang tidak faktual ditinggalkan, yang agak faktual beredar luas di kalangan masyarakat, & begitulah seterusnya.
Ferdinand Tonnies (dalam Sunaryo, 1997, 30) menyebutkan ada tiga tahap opini publik dalam perkembangannya, yaitu:
1.             Opini publik luftartig, yaitu opini publik yang laksana uap, di mana dalam perkembangannya masih terombang-ambing mencari bentuk yang nyata.
2.             Opini publik yang flussig, yang mempunyai sifat-sifat seperti air, opini publik ini sudah mempunyai bentuk yang nyata, tetapi masih dapat dialirkan menurut saluran yang dikehendaki.
3.             Opini publik yang festig, adalah opini publik yang sudah kuat, & tidak mudah berubah.
Tahap perkembangan atau pembentukan opini publik itu disebabkan perbedaan latar belakang pengetahuan, pengalaman dari individu-individu yang menaruh minat terhadap permasalahan, di samping usia, kedekatan terhadap masalah, pendidikan & faktor-faktor dari luar dirinya seperti banyaknya masalah yang lain, pertentangan pengaruh teman, waktu yang tersedia, dan sebagainya, turut berperan dalam pembentukan atau perkembangan opini publik.

KOMUNIKASI
Proses komunikasi adalah proses penyampaian pesan dari seseorang kepada orang lain dengan menggunakan lambang atau simbol sebagai media. Tanpa media tidak mungkin pesan bisa sampai kepada komunikan yaitu penerima pesan. Lambang yang digunakan dalam penyampaian pesan kepada komunikan adalah bahasa. Bahasa dalam komunikasi dikenal sebagai media primer ini adalah: kial (gesture), isyarat, gambar, warna, & lain sebagainya.
Jika bahasa sebagai media primer, tentunya ada media lainnya, yaitu media sekunder, yang dalam penyampaiannya menggunakan alat atau sarana misalnya: surat, telepon, surat kabar, majalah, radio, televisi, film, internet, dst. Pada umumnya pembicaraan dalam masyarakat yang dinamakan media komunikasi adalah media yang ke dua atau sekunder. Jarang sekali bahasa dianggap media komunikasi, sebab bahasa dengan pesan yang disampaikan menjadi suatu hal yang tidak bisa dipisahkan. Lain halnya dengan media surat, telepon, radio & lainnya, tidak selalu digunakan, sedangkan bahasa itu sudah menjadi paket, di mana orang berkomunikasi pasti memakai bahasa. Jadi dengan demikian media adalah alat atau sarana yang memungkinkan seseorang atau komunikator bisa menyampaikan pesan kepada komunikan atau si penerima pesan, & seperti yang telah diutarakan bahwa bahasa termasuk sebagai totalitas pesan. Bahasa memang yang paling banyak digunakan dalam berkomunikasi, jadi jika menyebut media yang dimaksud adalah semua alat di luar bahasa. Sesungguhnya bahasa adalah alat yang paling banyak digunakan dalam berkomunikasi, karena bahasa sebagai lambang mampu mentransmisikan pikiran, ide, pendapat, & lain sebagainya. Bila dibayangkan jika tidak ada simbol-simbol untuk sesuatu benda di sekitar manusia yang selanjutnya menjadi kata-kata, maka sulit sekali manusia berkomunikasi baik mengenai sesuatu yang konkrit apa lagi abstrak. Karena dilengkapi dengan media di luar bahasa maka manusia dengan mudah dapat berkomunikasi satu dengan yang lain, karena itu dalam bentuk komunikasi ditambahkan satu bentuk lagi yaitu komunikasi medio (medio communication) di samping bentuk komunikasi persona, kelompok, & komunikasi massa. 

KOMUNIKASI MASSA
Bentuk komunikasi massa ini adalah suatu bentuk komunikasi yang memakai media massa. Komunikasi massa sebenarnya merupakan singkatan dari komunikasi media massa. (mass communications), yaitu proses komunikasi melalui media massa. Menurut Sastroputro (1987, 12), komunikasi massa itu memiliki ciri sebagai berikut:
1.             Komunikasi ditujukan kepada massa/orang banyak sebagai komunikan.
2.             Komunikasi dilakukan serempak.
3.    Komunikator merupakan suatu organisasi, lembaga, atau orang yang dilembagakan (institutionalized person).
4.             Pesannya bersifat umum.
5.          Media yang digunakan adalah media massa, artinya bisa menjangkau sekaligus orang banyak.
6.             Umpan balik (feedback) tidak langsung/terlambat.
Berdasarkan ciri-ciri komunikasi massa seperti yang telah diutarakan tersebut, jadi komunikasi massa itu:
1.      Pertama, bahwa komunikasi massa itu adalah komunikasi yang ditujukan kepada massa atau orang banyak sebagai komunikannya. Komunikan yang merupakan kumpulan anggota-anggota masyarakat itu bersifat heterogen. Ini berarti bahwa komunikan yang terpencar-pencar itu bermacam-macam dalam berbagai hal seperti: jenis kelamin, usia, pendidikan, agama, pengalaman, pekerjaan, keinginan, cita-cita, pandangan hidup, & sebagainya. Komunikan yang heterogen itu akan menyebabkan kesulitan seorang komunikator dalam menyebarkan informasi melalui media massa karena setiap individu dari khalayak itu menghendaki agar keinginannya terpenuhi. Demikian juga bagi pengelola media massa tidak mungkin untuk memenuhi keinginan komunikan, & salah satu cara untuk dapat mendekati keinginan seluruh khalayak komunikan adalah dengan mengelompokan berdasarkan perbedaan-perbedaan yang ada. Dengan demikian khalayak penonton dapat dikelompokkan berdasarkan jenis kelamin, usia pekerjaan, pendidikan, kesenangan, dsb. Seperti telah dikemukakan pengelompokan yang dilakukan oleh berbagai media massa dengan mengadakan rubrik-rubrik atau acara tertentu untuk kelompok atau publik:
-          pembaca surat kabar atau majalah,
-          pendengar radio,
-          penonton televisi.
Hampir semua media massa menyajikan rubrik-rubrik khusus bagi publik masing-masing medianya. Dalam media mass cetak misalnya diadakan rubrik khusus untuk: anak-anak, remaja, & dewasa; pemeluk Agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, & kepercayaan terhadap Tuhan Yang Mahaesa; murid/siswa TK, SD, SMP, SMU, & mahasiswa; penggemar seni teater; teknologi; & kelompok-kelompok lainnya. Pada media televisi pun diadakan acara-acara khusus sesuai dengan kelompok penonton, seperti: acara anak-anak, kaum wanita, dewasa, kesenian tradisional, hiburan musik, film khusus anak, film dewasa, dapur sehat, dialog, dsb.

2.      komunikasi dilakukan serempak, ini berarti bahwa ciri komunikasi massa dengan media massa dapat melakukan keserempakkan pada komunikan dalam menerima pesan-pesan yang disebarkan. Dengan ciri keserempakan itu maka pesan-pesan yang disebarkan bisa dengan cepat diterima di mana saja di seluruh daerah di Indonesia, & penerimaan pesannya juga pada saat yang sama. Media massa televisi & radio merupakan media elektronika yang benar-benar serempak dalam penyajiannya, demikian juga penontonnya yang mendengarkan & menonton acara yang disiarkan. Media surat kabar, majalah, & film sedikit berbeda dengan kedua media massa terdahulu. Surat kabar, majalah, & film bisa serempak dalam menyebarkannya tetapi pembaca surat kabar atau majalah & penonton film di bioskop berbedas dalam membaca & menontonnya, hal ini karena karakteristik khusus pembaca & penonton film yang tidak sama dengan pendengar radio & penonton televisi yang pengelola & publiknya bersamaan menyiarkan & menonton atau mendengarnya.

3.      Komunikatornya merupakan suatu organisasi atau lembaga, & orang yang dilembagakan. Media massa sebagai saluran komunikasi massa merupakan lembaga atau suatu organisasi. Hal ini berbeda dengan komunikator lain seperti dalang yang muncul dalam suatu forum bisa bertindak lebih bebas, karena ia bertindak atas namanya sendiri. Komunikator pada komunikasi massa, misalnya wartawan surat kabar, penyiar televisi, ia bertindak bukan atas namanya sendiri, tetapi atas nama lembaga, sehingga ia tidak bisa melanggar kebijaksanaan lembaga baik surat kabar maupun stasion televisi yang diwakilinya. Wartawan atau penyiar televisi tidak mempunyai kebebasan individual, semua berdasarkan kebijakan lembaga. Komunikator pada media massa itu tidak bekerja sendirian, tetapi bersama orang lain, & merupakan hasil kerja sama sejumlah orang. Karena itu maka komunikator media massa perlu betul-betul yang trampil sesuai dengan profesinya, sehingga bisa menghasilkan kerja yang baik, bermutu, & berdaya guna.

4.   Pesannya bersifat umum. Pesan yang disebarkan melalui media massa bersifat umum, karena ditujukan kepada umum & mengenai kepentingan umum. Jadi pesan pada media massa memang tidak ditujukan untuk perseorangan atau kelompok-kelompok tertentu, walaupun yang membaca, mendengar, atau menontonnya individu-individu tertentu yang tidak saling mengenai & berhubungan satu sama lain. Memang inilah yang membedakan media massa dengan media bukan massa. Media surat, telepon, telegram, e-mail, atau teleks bukan media massa karena ditujukkan kepada orang tertentu. Media massa tidak menyiarkan pesan yang tidak menyangkut kepentingan umum, semua pesannya ditujukan untuk kepentingan umum. Media massa bisa saja meliput atau menyiarkan pejabat pemerintah yang meresmikan atau membuka proyek pembangunan, tetapi media massa tidak akan meliput atau menyiarkan resepsi yang bersifat pribadi dari pejabat itu, kecuali kalau pejabat itu kepala negara atau presiden/wakilnya. Peliputan itu karena kekhususan bagi pejabat yang satu atau dua orang di suatu negara.


5.      Media yang digunakan adalah media massa. Ciri yang ke lima mengenai media yang digunakan dalam komunikasi massa, media yang digunakan adalah media massa, yaitu media yang dapat menjangkau orang banyak. Satu stasion televisi misalnya untuk komunikan yang banyak & tersebar di seluruh tanah air. Hal ini bisa karena memang sifatnya yang masal dari media massa itu. Lain halnya dengan media cetak surat kabar atau majalah yang asalnya satu kemudian diperbanyak sesuai dengan perkiraan yang membutuhkan. Tetapi saat diterima oleh komunikan dapat dibaca oleh leibh dari satu orang. Yang dilihat dari media massa jenis ini adalah keserempakan diterimanya & juga mungkin dibacanya.

6.      Umpan balik (feedback) tidak langsung/terlambat. Ciri media massa yang terakhir ini berarti bahwa pesan yang disebarkan itu bersifat satu arah, feedback-nya tidak langsung. Feedback-nya (sesuatu yang kembalinya) tidak saat itu seperti dalam komunikasi antar persona yang bentuknya timbal balik. Komunikator dalam komunikasi antar persona dapat secara langsung mengetahui reaksi yang berasal dari komunikan, sehingga bisa diketahui & disusun strategi lanjut dari komunikasi itu. Jadi dalam komunikasi massa, komunikator sama sekali tidak mengetahui arus balik yang berasal dari komunikan (pendengar, penonton, pembaca) saat itu. Jika ada arus balik atau reaksi itu terlambat atau tertunda, karena harus menunggu tanggapan yang belum ada. Penyiar radio & televisi atau sutradara film tidak mengetahui tanggapan khalayak: pembaca, pendengar, atau penonton yang dijadikan sasaran penyiarannya, penerbitannya, atau peredarannya pada saat itu.

Media dalam Proses Komunikasi Seperti telah diuraikan di muka proses komunikasi bisa dilakukan dengan dua cara:
a.       Proses komunikasi secara primer
       Proses komunikasi secara primer yaitu proses penyampaian pesan yang berisi pikiran, ide, atau perasaan seseorang kepada orang lain dengan menggunakan lambang atau simbol sebagai media. Lambang sebagai media primer dalam proses komunikasi adalah bahasa, kial, isyarat, gambar, warna, dsb.
b.      Proses komunikasi secara sekunder
       Berbeda dengan proses komunikasi secara primer, dalam proses komunikasi secara sekunder dalam prosesnya memakai alat atau media, media yang dimaksud misalnya: surat, telepon, teleks, surat kabar, majalah, radio, televisi, film, dsb. Proses komunikasi sekunder ini sebenarnya merupakan sumbangan dari komunikasi primer untuk menembus dimensi ruang & waktu.

Dalam proses komunikasi primer antara komunikator & komunikan, bahasalah sebagai penghubung yang paling utama di samping:
a.      Kial atau gesture yaitu gerakan-gerakan anggota tubuh seperti gerakan tangan, mata, badan, dsb.
b.      Isyarat dengan menggunakan alat seperti kentongan, sirene, asap, bedung, dsb.
c.    Gambar, apa pun bendanya menggantikan suatu lambang kata tertentu. Sering kali gambar inilebih menarik orang, terutama anak-anak, juga sering akan membawa pada suasana yang lebih menyenangkan dari pada hanya simbol atau lambang bahasa.
Perbedaan antara proses komunikasi primer & proses komunikasi sekunder, jika dalam proses komunikasi primer yang mendominasi adalah bahasa, maka dalam proses komunikasi sekunder adalah media atau alat yang bermacam-macam wujudnya. Dengan berkembangnya teknologi karena peradaban manusia makin tinggi, maka komunikasi bermedia mengalami kemajuan pesat yang bisa memadukan bahasa dengan gambar & warna, sehingga melahirkan film, televisi, video, piringan laser, VCD, dst., demikian jugadengan media cetak, tidak hanya menghasilkan surat, poster, spanduk, bulletin, dst., tetapi juga menghasilkan surat kabar, majalah, & tabloid dengan berbagai bentuk, warna, & kertas yang dipakainya.
Media yang digunakan dalam proses komunikasi sekunder oleh O.U. Effendy (1884, 23) diklasifikasikan menjadi:
1.         Media massa (mass media) &
2.         Media nir massa atau non massa (non mass media).

PENGARUH MEDIA MASSA DALAM OPINI PUBLIK
Pengaruh Media Massa dalam Opini Publik Informasi yang dimuat dalam media massa akan segera tersebar kepada khalayak yang besar, heterogen, & anonim. Wrigt (dalam Hennesey, 1981, 206) menyatakan bahwa pesan-pesan yang disampaikan kepada khalayak itu terbuka, sering dirancang untuk mencapai kebanyakan anggota khalayak secara simultan, sehingga pesan-pesan itu akan memberikan opini dari khalayak sebagai komunikan. Pesan yang biasa akan berlalu begitu saja, tetapi yang berhubungan dengan kepentingan rakyat banyak atau hajat hidup orang banyak sering kali menghasilkan opini yang dalam, yang cenderung menyerang kebijakan pemerintah. Dalam situasi saat sekarang, jika ada informasi mengenai kebutuhan pokok rakyat banyak, seperti minyak goreng, susu bubuk untuk balita, gula pasir, & beras akan banyak melahirkan opini dari rakyat sesuai dengan golongan-golongan profesinya, yang selanjutnya melahirkan opini publik. Berita dari media massa sering ditunggu oleh khalayak karena keingintahuan dari mereka. Sebaliknya juga pembuat keputusan yaitu pemerintah menjadikan media massa sebagai alat untuk mengetahui pikiran, keinginan masyarakat, sekali pun tidak diketahui secara pasti apa yang dikehendaki masyarakat banyak. Tetapi di saat ini, sebenarnya pemerintah dapat dengan mudah apa yang merupakan keinginan atau yang dikehendaki rakyat. Jika keadaannya kritis sebaiknya pemerintah tidak perlu banyak curiga, jika opini-opini publik di berbagai kota & daerah terus berlanjut, itu tandanya bahwa opini rakyat memang ada atau terbukti. Dari contoh tersebut jelaslah bahwa baik pemerintah maupun rakyat sebenarnya masing-masing saling memperhatikan, media massa menjadi perantaranya. Yang mempunyai cukup waktu akan menyimak informasi melalui televisi atau radio. Sebaliknya yang tidak cukup waktu mereka akan membaca media cetak sebagai alat untuk memuaskan kebutuhannya.
Media massa bagi masyarakat sebagai konsumennya memberikan tiga fungsi pokok, yaitu:
1.      Hiburan,
2.      Petunjuk/pemberi arah bagi kehidupan sehari-hari, &
3.      Sebagai sumber informasi & pendapat tentang berbagai peristiwa dalam masyarakat (Hannesey, 1981, 208).
Bagi masyarakat Indonesia ketiga fungsi media massa itu dinikmati oleh sebagian besar yang menyimak/membaca media tersebut. Dalam situasi krisis, berita-berita atau informasi mengenai situasi & politik negara, ditunggu, ditonton, dibaca, & didengar oleh segenap lapisan masyarakat. Kemudian mereka mendiskusikan dengan anggota keluarga & teman-teman sepekerjaan atau pergaulan, yang pada akhirnya melahirkan opini yang kadang-kadang sama atau berbeda terhadap yang dipermasalahkan.
Media massa pers, radio, & televisi mampu memikat perhatian khalayak secara serempak & simultan, karena itu ketiga media massa itu sering menimbulkan masalah dalam segala bidang kehidupan. Karena itu keberadaannya perlu diperhatikan oleh pemerintah & pengaruhnya juga perlu mendapat perhatian seksama dari pemerintah. Sewaktu-waktu akan memperkuat posisi pemerintah karena dukungan dari khalayaknya terhadap keputusan-keputusan yang dikeluarkan, tetapi sewaktu-waktu juga merupakan ancaman terhadap pemerintah karena opini-opini khalayak (opini publik) yang tajam & menusuk kadang-kadang mengkhawatirkan situasi yang ada. Jika khalayak atau publik tertentu mendukung kebijakan pemerintah, akan sangat menguntungkan posisi pemerintah.

             Dari uraian mengenai pengaruh media massa tersebut, seolah-olah media massa sungguh perkasa & hebat, tetapi di balik keperkasaannya sebenarnya ada kelemahan di baliknya. Kelemahan itu adalah justru dari sifatnya yang sepintas & singkat. Penyampaian media massa radio atau televisi cepat sekali, selintas, pesan yang satu diganti oleh pesan yang lain, sehingga jika khalayak, pendengar, atau penonton kurang menyimak, maka pengaruhnya sedikit pun mungkin tidak ada. Demikian juga media massa cetak, walaupun tidak seperti televisi atau radio yang selintas atau cepat sekali, pengaruhnya lebih banyak ditentukan oleh pembacanya sendiri. Jika pembaca media massa cetak itu tidak memiliki cukup waktu maka sekali pun informasi yang terdapat di dalamnya penting, menyangkut kepentingannya, sering kali hanya dibaca judulnya atau diperhatikan sesaat. Karena itu media massa bukanlah sesuatu yang sangat berkuasa & perkasa. Faktor lain yaitu komunikan, kondisinya sangat menentukan. Hal inilah yang perlu diperhatikan oleh pengelola media massa, supaya pesannya diperhatikan perlu ada strategi khusus agar pembaca, pendengar, & penonton mau memperhatikan media yang dihadapinya.

Thursday, April 17, 2014
Posted by Ulul Albab LM Putra

RACUN


Dahulu kala di negeri cina, seorang gadis bernama Li-Li menikah lalu hidup bersama suami dan ibu mertuanya. Belum lama tinggal di rumah itu, Li-Li telah merasa bahwa ia sama sekali tidak bisa akur dengan ibu mertuanya. Mertuanya mempunyai watak sangat berbeda, banyak kebiasaannya yang menjengkelkan LI-Li, belum lagi ia selalu mencela Li-Li




Hari berganti minggu, minggu berganti bulan Li-Li dan mertuanya selalu terlibat dalam perdebatan dan permusuhan. Dan yang membuat keadaan semakin buruk adalah, menurut tradisi cina, Li-Li harus memnungkukan badan kepada ibu mertuanya dana mena’ati kehendaknya. Semua amarah dan ketidakbahagiaan di rumah tangga membuat suami Li-Li menjadi tertekan.




Akhirnya Li-Li tidak sanggup lagi menghadapi watak buruk dan sifat diktator ibu mertuanya. Ia memutuskan untuk berbuat sesuatu. Kemudian pergilah ia menemui tuan Huang, sahabat baik ayahnya, yang pekerjaannya menjual berbagai ramuan tradisional. Ia menceritakan masalah yang dihadapinya dan memohon kiranya boleh meminta racun sehingga ia bisa menyelesaikan semua problem yang dihadapinya.

Tuan Huang berfikir sejenak lalu berkata, “Li-Li, aku akan membantumu, tapi kau harus menaati peintahku!”



“Baik, Tuan Huang, aku akan melakukan apa saja perintahmu,” jawab Li-Li

Tuan Huang pergi ke ruang belakang beberapa menit, kemudian muncuk dengan sebuah bungkusan ditangannya.



“Kau tidak boleh meggunakan racun yang keras untuk menyingkirkan ibu mertuamu, karena Nanti orang-orang nanti akan curiga. Ku beri kau beberapa ramuan yang perlahan-lahan akan menimbun racun ditubuhnya. Setiap hari sipakan masakan yang lezat, lalu masukkan sedikit ramuan ini kedalam mangkuknya. Nah, agar tidak membuat orang lain curiga sepeninggalnya nanti, mulai sekarang mulailah bersikap manis kepadanya. Jangan berdebat lagi dengannya, taatilah segala perintahnya, dan perlakukan dia sebagai orang jatuh.” Kata Tuan Huang

Li-Li merasa sangat senang berterima kasih kepada Tuan Huang. Ia segera kembali kerumah untuk mulai melaksanakan rencananya. Minggu berganti bulan, waktu terus berjalan dan tiap hari Li-Li mengidangkan makan khusus untuk ibu mertuanya. Ia ingat betul nasehat Tuan Huang agar tidak bertindak mencurigakan. Ia lalu mengendalikan amarahnya, mena’ati mertuanya dan memperlakukan nya seperti ibunya sendiri.
Setelah 6 bulan, keadaan rumah tangga mereka berubah. Li-Li selalu mengendalikan diri sehingga hamper tidak pernah marah atau jengkel lagi. Ia tidak pernah lagi berdebat, karena ibu mertuanya sekarang tampak lebih ramah dan mudah dilayani.



Sikap sang mertua terhadap Li-Li pun berubah, ia mulai menyayangi Li-Li seperti anak kandungnya sendiri. Ia selalu bekata kepada kerabat dan temannya bahwa Li-Li adalah menantu yang paling baik. Li-Li dan mertuanya; satu dengan lainnya, : satu dengan lainnya, sekarang bersifat seperti anak dan ibu kandungnya sendiri. Suami Li-Li tentu saja merasa bahagia menyaksikan perubahan ini.




Suatu hari Li-Li menemui Tuan Huang untuk memohon pertolongannya lagi. “Tuan Huang yang saya hormati, tolong bantu aku untuk menyelamatkan mertuaku dari racun itu! Ia berubah menjadi wanita yang sangat baik. Aku sekarang mencintainya seperti ibuku sendiri. Aku tidak ingin dia mati karena racun yang ku berikan kepadanya.” 




Tuan Huan tersenyum dan menganggukan kepalanya, “Li-Li, tak ada yang perlu kau khawatirkan. Aku tak pernah member racun. Ramuan yang kuberikan kepadamu adalah vitamin dan obat kuat untuk memperbaiki kesehatan mertuamu. Racun yang sebenarnya tersimpan dalam pikiran dan sikapmu terhadapnya. Namun, semua racun itu sekarang telah terkikis habis oleh kasih sayang yang kau berikan kepadanya.”

***


Pernahkah kau sadari bahwa bagaimana kau memperlakukan orang lain adalah bagaimana orang lain itu juga akan memperlakukanmu. Ada pepatah cina berbunyi: orang yang mencintai orang lain akan mendapatkan balasan cinta dari orang itu.
Wednesday, April 16, 2014
Posted by Ulul Albab LM Putra

KAYA



Suatu hari seorang ayah dari keluarga  sangat kaya raya membawa anak lelakinya ke desa untuk menunjukkan kepadanya kehidupan orang-orang miskin di desa yang belum pernah dilihat oleh anak lelakinya itu. Mereka tinggal  beberapa hari di rumah seorang petani miskin dan merasakan hidup penuh kesederhanaan di desa.

Sekembalinya dari desa, sang ayah bertanya kepada anaknya, ”Bagaimana menurutmu perjalanan kita ini?”


“Hebat, Ayah,” kata anaknya.

“Apakah kau melihat bagaimana orang-orang miskin itu hidup?”
“Ya.” Jawab si bocah
“Lalu, pelajaran apa yang dapat kau ambil dari perjalanan itu?” tanya ayahnya dengan bangga.
“Aku baru sadar, bahwa kita punya dua anjing sedang mereka punya empat. Kita punya kolam renang  luasnya sampai setengah kebun, sedang mereka punya sungai yang tak memiliki ujung.  Kita mengimpor lentera untuk kebun kita, mereka punya bintang-bintang di malam hari. Teras kita luas sampai halaman depan, sedang mereka seluruh horizon. Kita punya tanah tempat tinggal kecil, mereka punya halaman sejauh mata memandang. Kita punya pembantu-pembantu yang melayani kita, sedang mereka memberikan pelayanan kepada orang lain dan saling membantu tanpa harus meminta imbalan. Kita membeli makanan kita, mereka memetik sendiri makanan mereka. Kita memiliki pagar mengelilingi dan melindungi kekayaan kita, mereka punya teman yang melindungi mereka.”

Sampai di sini, sang ayah tak bisa berkata apa-apa. Kemudian anaknya menambahkan,” Ayah, terima kasih, engkau telah menunjukkan betapa miskinnya kita.”


****
Posted by Ulul Albab LM Putra

BATU KECIL DARI ALLAH


Seorang mandor bangunan yang berada di lantai 5 ingin memanggil pekerjanya yang lagi bekerja di bawah. Setelah sang mandor berkali-kali berteriak memanggil, si pekerja tidak dapat mendengar karena fokus pada pekerjaannya dan bisingnya alat bangunan. Sang mandor terus berusaha agar si pekerja mau menoleh ke atas, dilemparnya Rp 1.000 yang jatuh tepat di sebelah si pekerja. Si pekerja hanya memungut Rp 1.000 tersebut dan melanjutkan pekerjaannya.

Sang mandor akhirnya melemparkan Rp 100.000 dan berharap si pekerja mau mengadah "sebentar saja" ke atas. Akan tetapi si pekerja hanya lompat kegirangan karena menemukan Rp 100.000 dan kembali asyik bekerja.

Pada akhirnya sang mandor melemparkan batu kecil yang tepat mengenai kepala si pekerja. Merasa kesakitan akhirnya si pekerja baru mau menoleh ke atas dan dapat berkomunikasi dengan sang mandor...

Cerita yang mungkin fiksi di atas sama dengan kehidupan kita, Allah selalu ingin mengingatkan kita, akan tetapi kita selalu sibuk mengurusi "dunia" kita. Kita diberi rezeki sedikit maupun banyak, sering kali kita lupa untuk menengadah bersyukur kepada Allah, bahkan lebih sering kita tidak mau tahu dari mana rezeki itu datang.

Ada yang mengatakan, "kita lagi "HOKI!" Bahkan yang lebih buruk lagi kita menjaditakabbur dengan rezeki dari Allah. Karena itu, jangan sampai kita mendapatkan lemparan "batu kecil" yang kita sebut musibah agar kita mau menoleh kepada Allah

Sungguh Allah sangat mencintai kita, marilah kita selalu ingat untuk menoleh kepada-Nya sebelum Allah "melemparkan batu kecil".

Semoga Bermanfaat...
Posted by Ulul Albab LM Putra

KADO BUAT MAS IQBAL


“Lidya..” panggil Iqbal “ ayo berangkat, sebentar lagi pelajaran di mulai”
“Iya mas, bentar !” jawab Lidya dari dalam rumah
Sebentar kemudian sesosok permpuan keluar dari rumah  menuju  motor yang telah ditunggangi Iqbal.
“Lidya… kapan kamu  bisa pakai jilbab?”  ucap Iqbal dalam hati melihat rambut Lidya masih tergerai indah di punggungnya.
“Ayo mas..!” cetus Lidya begitu duduk di boncengan motor Iqbal
“Ah.... iya !” balas Iqbal seraya mulai menjalankan motornya
Di perjalanan pikiran  Iqbal masih berkutat pada keinginannya membuat Lidya memakai jilbab. Sudah berulangkali ia membujuk adik satu-satunya itu agar mau menggunakan jilbab. Sudah beragam cara di lakukan demi keinginan itu tapi Lidya tetap saja acuh teguh pada pendiriannya sendiri.
“Nggak mas, tekad Lidya udah bulat. Lidya nggak mau pakai jilbab”
“Tapi kenapa..?”
“Mas nggak perlu tahu, yang pasti Lidya nggak akan mau, titik..!”
Itu Yang selalu jadi jawaban Lidya bila Iqbal membujuknya, entah apa yang Lidya inginkan, apakah ia takut terlihat tidak cantik…?

***

11 november 2009

Suasana rumah  Iqbal dan Lidya begitu ramai, karena hari ini Iqbal ulang tahun. Dan seperti tahun-tahun yang sebelumnya pesta ulang tahun dia adakan di rumah Iqbal sendiri, demi kenyamanan bersama.

“Happy Birth Day to you…
 Happy Birth Day to you…
 Happy Birth Day to you...
Lagu itu seakan-akan menjadi lagu wajib dalam pesta itu, Iqbal sangat bahagia hari ini, sehingga tak salah jika kebahagiaan menyelimuti hari-harinya.
”Tiup lilinnya…tiup lilinnya…tiup lilinnya sekarang juga…!” suara para undangan bergemuruh meminta Iqbal agar segera meniup lilinya
“Horee…” riuh lagi setelah Iqbal berhasil menandaskan tiupan lilinnya.  Semuanya gembira, membuncah menyeruak menjadi selimut hati untuk malam ini, entah hari esok..?
Untuk sesi selanjutnya adalah pemotongan kue tart, dan Iqbal memberikan pototngan kue pertama pada adik tercintanya Lidya… sedangkan Lidya menerima dengan hati berbunga-bunga sambil berbisik
“Mas, Lidya punya kado spesial buat Mas Iqbal”
“Ohya?” Tanya Iqbal tersenyum.
Yang di tanya mengangguk pasti sembari membalas senyuman Iqbal
Hati Iqbal di selimuti rasa penasaran yang amat sangat
“Apa hadiyah dari Lidya? Apakah aku akan suka?” Beragam pertanyaan merasuki pikirannya, tapi yang pasti Iqbal akan berusaha untuk tetap merasa bahagia apapun itu, demi Lidya.
Pesta usai, waktunya membuka kado, Iqbal menuju Kado milik Lidya, ia perlahan membuka kado tersebut. Rasa penasaran kembali menyeruak di dadanya, sebuah kotak itu terpecah menjadi menjadi kepingan asa yang rusak, keinginan itu tak terpenuhi.
“Tara........!!!” Lidya mengagetkan Iqbal begitu kotak kado itu terbuka.
“Buku?” pikir Iqbalsaat melihat isi kado.
“Aku kasih buku kesukaan mas,?” pikir Iqbal saat melihat isi kado.
“Aku kasih buku kesukaan mas,Yerussalam, sudah lama kan mas nyari buku ini?” dengan penuh rasa optimis Iqbal merasa bahagia, Lidya menjelaskan.
Iqbal terpaksa menyunggingkan senyumnya, melihat Lidya girang bukan kepalang, padahal bukan buku yang ada yang membuat bahagia, yah........demi adik tercinta apa boleh buat, munkin demi Lidya berkorban perasaan harus di lakukan.

***

Dear Lidya….
Lidya …maafin mas Iqbal. Bukan maksud mas nyakitin perasaan kamu ,cuman mas pengen nyeritain perasaan mas yang sebenarnya .
Lidya …mas pengen kamu itu jadi cewek yang  sholehah, yang nantinya menjadi bidadari dunia, mas pengen kamu bisa menjadi  wanita yang taat pada suami, taat pada Allah, pada orang tua, dan tentunya bermaanfaat pada orang-orang sekitarmu .itu keinginan utama mas.
Lidya……..
Kau tau nggak ,selama ini mas punya cita-cita besar buat kamu ? cita –cita agar Lidya jadi insan yang bertakwa. Itulah yang mebuat mas pengen Lidya pakek jilbab, soalnya wanita itu harus di mulyakan. Dan dengan memakai jilbab wanita nampak berarti. Sehingga orang–orang dapat menghargai  wanita itu.
Lidya ….
Mas Iqbal sayang  sama kamu lid, sayang banget. Sehingga mas menginginkan hal yang terbaik buat kamu. Mas pengen Lidya menjadi orang yang benar-benar berarti bagi setiap orang yang mengenal Lidya .
Lidya …
Maaf ya kalo mas buat Lidya tersinggung .
Kalo memang Lidya nggak suka, nggak apa-apa kok !
Ini semua di tulis  cuma karena keinginan mas agar Lidya tahu bahwa mas sayang banget sama Lidya.
Senyum selalu ya………….
                                                                                                  Kakakmu.
                                                                                                       
                                                                                            IQBAL MAULANA.  


Sebenarnya surat itu tak pernah sampai pada diri Lidya .hanya saja Lidya tak sengaja menemukan surat itu ketika dia membersihkan kamar Iqbal. surat itu di temukannya terselip di AGENDA  Iqbal.
Dan sungguh surat itu membuat Lidya menangis, entahlah? sebuah perasaan yang begitu mengharukan menyeruak di dada Lidya . ada rasa bersalah, bingung, senang ,semuanya bercampur haru. Membuat ia tahu betapa Iqbal sangat menyayanginya .
Namun keadaan kembali berubah, selalu terbawa alur kehidupan yang dinamis, beberapa saat setelah lidya membaca surat iqbal yang tak pernah  sampai, tiba-tiba  keluarganya dikejutkan berita iqbal mengalami kecelakaan dan dalam keadaan kritis. Semua tersentak..! kalut dalam selimut duka yang merongrong di hadapan mata mereka.
Semuanya tergopoh-gopoh ,terburu-buru untuk mengetahui keadaan iqbal , tidak terkecuali lidya , lidya sempat histeris melihat iqbal kritis.

 “Mas Iqbal”
 “Mas! “ pekik lidya tak tahan melihat Iqbal terbaring lemah di ruang ICU. Air mata terus membasahi wajah keluarga Iqbal.
          
Suasana semakin genting, keadaan Iqbal semakin kritis, upaya terus di lakukan . tapi ternyata tuhan berkehendak lain, Iqbal meningal dunia, ia banyak kehilangan darah dan mengalami kerusakan di berbagai organ tubuh dalamnya, itu semua membuat Iqbal tak tertolong lagi.

Lidya histeris…….
Ia menangis sejadi-jadinya.
Ia tak tahan lagi……….
        

Segera ia menerobos orang-orang  sekitar dan memaksa masuk menuju Iqbal yang sudah tak bernyawa. Ia menyambar taplak meja yang ada di samping Iqbal dan, mengenakannya pada kepalanya sehingga berbentuk jilbab.
          
“Mas Iqbal....!!!” teriak Lidya pada sosok kaku, tubuh Iqbal “Mas, Lidya pake’ jilbab mas...!” air mata terus bersimbah dari wajah Lidya

“Mas, Mas Iqbal bangun...!!! Lidya sudah pake’ jilbab mas. Kata mas pengen lihat Lidya pake’ jilbab, mas..., bangun mas ,lihat lidya..!!!”

Lidya terus –menerus histeris,  ia tak sadar bahwa Iqbal sudah tak bangun, ia terus berusaha membangunkan Iqbal.

 “Mas …lihat Lidya mas..!!”
 “Lidya sudah berubah, mas, katanya cita-cita mas Iqbal pengen lihat Lidya jadi wanita yang baik, bangun mas………,jangan tinggalin Lidya…”
                  
Hu…hu…hu…  

Lidya terlambat , Iqbal tidak pernah bangun lagi. Iqbal sudah ada di dunia yang nyaman, Lidya tidak bisa memaksa perasaan sayang itu hanya sebuah gambaran tentang keabsahan hidup.

Lidya masih terus berusaha membangunkan  Iqbal. Terus…terus…berupaya, tubuh Iqbal di goyangkan namun semuanya tiada hasil, malah kaharuan yang mencekam menerka jiwa Lidya hingga ia tak lagi ingat apa-apa.



                      Gelap…..!
                      Kegelapan yang sangat pekat
                      Dan sepi kembali di rasakannya.

                                                                  Banyuanyar: 12-11-2009  


Monday, March 24, 2014
Posted by Ulul Albab LM Putra
Tag :

TES KONSENTRASI

PERSYARATAN!:
1. Jawaban Harus spontan dan secepatnya , jangan terlalu lama berpikir!
2. baca satu demi satu dengan cepat!
3. Konsentrasi..... dan langsung Jawab!
4. Harus jujur jawabannya, supaya kamu tahu kemampuan konsentrasi kamu.
Dan berikut di bawah ini pertanyaanya. Selamat melakukan tes konsentrai :)

Pertanyaan 1
1. Kertas HVS warnanya apa ?
2. Awan warnanya apa ?
3. Tissu warnanya apa ?
4. Sapi minum apa ?

*Yang ngejawab susu konsentrasi anda terganggu, karena sapi kan minum air.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Pertanyaan 2
1. Rambut kamu warna apa ?
2. Tulisan ini warnanya apa ?
3. Aspal warnanya apa ?
4. kelelawar tidurnya kapan ?

*Yang menjawab Kelelawar tidurnya malam, artinya konsentrasinya tergganggu. karena kelalawar kan tidurnya siang hari.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Pertanyaan 3
1. Warna cendol apa ?
2. Daun kelapa warnanya apa ?
3. Warna umum daun ?
4. Macan makan apa ?

*Yang jawab rumput/daun, jelas itu salah, kecuali macan yang vegetarian yaa. Tapi secara umum macan kan makan daging. pasti pada ke jebak hihihii...





1. Tolong Baca Dan Ikuti Saya :

Coba anda ngomong TIKUS 10 kali

Tikus...
.
Tikus...
.
Tikus...
.
Tikus...
.
Tikus...
.
Tikus...
.
Tikus...
.
Tikus...
.
Tikus...
.
Tikus...

Lansung Jawab...

Kucing Takut sama Sapa?
????????????????????????

Jawaban yang benar adalah:


ANJING



HAHAHAHAHAHAHAHAHAHA...
Posted by Ulul Albab LM Putra
Tag :

SELAMAT DATANG DI NEGERI SERIBU SURAU



“Pernah menyisir masyarakat-masyarakat pulau madura agak pedalaman? tentu akan ada suatu hal yang menyita perhatian mata. Apakah itu? Jawabannya adalah setiap rumah yang sesederhana apapun itu, sekecil apapun itu, sekumuh apapun itu, pasti ada surau nya.! “
Surau, Langgar, atau yang lebih familiar disebut mushallah merupakan identitas keagamaan masayarakat pulau madura sejak dulu kala, selaras dengan budaya tanean lanjheng yang dipakai dalam penyusunan deretan rumah sebuah keluarga dengan pola dua baris rumah berhadapan, dengan bengunan mushalla dibagian barat sebagai ujung. Persis dengan model letter : U. Dengan asumsi setiap keluarga menggunakan model tanean lanjheng, maka jelas tek terhitung jumlah surau atau langgar dipulau madura ini.
Hal tersebut sangat unik, tentu tidak dapat dihitung jumlah surau dipulau madura ini.  Setiap desa dipenuhi oleh surau-surau yang pastinya diisi dengan kegiatan-kegiatan keagamaan. bahkan bukan hanya itu, surau-surau tersebut menjadi identistas pasti masyarakat pulau madura. sehingga tidak salah jika pada akhirnya stigma pulau madura menjadi positif. Terkesan religius, taat beribadah, dekat kepada tuhannya.
Model pemukiman tanean lanjheng dipulau madura berlaku untuk sekelompok keluarga besar, Kandung. terdiri atas kakek-nenek, ayah-ibu, anak-anak, cucu-cucu, sampai cicit-cicit. Sistem demikian mengakibatkan ikatan kekeluargaan sangat erat, sedangkan hubungan antar kelompok sedikit renggang karena pemukiman yang menyebar dan terpisah. Meski, pada dasarnya interaksi antar penduduk masih dapat dikatakan harmonis yang dikarenakan oleh kentalnya tradisi silaturrahmi antar penduduk.
Sayangnya hal tersebut sudah tidak berlaku lagi, pemukiman masyarakat pulau madura kini sudah mulai menyadur pola pemukiman modern. individualistis, apatis, tidak peduli terhadap kehidupan sekitar nya, dan lebih mementingkan ego masing-masing. Pergeseran dalam hal ini berlangsung sangat cepat. akhir ’90-an saja masih banyak ditemui pola pemukiman tanean lanjheng dan dan kegiatan keagamaan yang sedemikian kental. Dan nyatanya kini, ditahun 2014 pola dan model kehidupan masayarakat pulau madura sudah hampir tidak terlihat lagi, khususnya di kota-kota besar.
pulau madura kehilangan identitasnya.! pulau madura yang religius kini tinggal nama. masyarakatnya mulai bangga dengan gaya hidup perkotaan yang individualis dan mengesampingkan nilai-nilai kearifan lokal. Masyarakat pulau madura kini mulai tidak mengenal satu-sama lain, hal ini ternyata diawali oleh gerakan transimgrasi dari kota-kota padat di jawa menuju pulau madura. dan faktanya para transmigran bukan hanya membawa dirinya untuk pindah, melainkan juga membawa gaya hidup, budaya, serta tradisinya ke pulau madura.
Seharusnya masyarakat pulau madura dapat menjadi pribadi yang Tangguh dan teguh pendirian. Tidak gampang terpengaruh oleh budaya luar. Biarkan budaya yang baik tetap dipertahankan. Apalagi dengan zaman yang sudah menginjak era globalisasi, dimana semua terhubung dalam sekejap, serta dimensi jarak dan waktu yang sudah terdobrak, penting rasanya agar masyarakat pulau madura faham, betapa pentingnya memegang teguh nilai-nilai kearifan lokal. Memiliki identitas pasti, sembari menyongsong perkembangan zaman.
pulau madura harus bangga akan dirinya. Tidak perlu menjadi orang lain untuk terlihat baik. Lihatlah bali. Meski tersebut sudah sedemikian maju. Masyarakatnya tetap berpegang teguh pada budaya dan tradisinya. Sehingga kita kenal sebutan bali sebagai seribu pure. dimana, sebutan itu berasal dari adanya pure di setiap rumah warganya. Besar Harapan kedepan pulau madura dapat disebut dengan seribu surau. yang religius, mengajarkan keteguhan dan kebanggan untuk menjadi diri sendiri. Apa lagi pulau madura juga tidak kalah dengan bali, potensi wisatanya juga besar. Ada pantai lombang, pantai slopeng, pantai siring kemuning, juga potensi wisata-wisata lainnya, khususnya wisata religi. tapi jangan ada lagi ucapan “selamat datang di Pulau Seribu Surau (dulu).”
                                                                                               
-Ulul Albab lm Putra-
Penulis adalah Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi

Universitas Trunojoyo pulau madura
Posted by Ulul Albab LM Putra
Tag :

MANGKUK KAYU


Seorang laki-laki tua tinggal bersama anak laki-lakinya, menantu dan cucunya yang baru saja berusia 4 tahun. tangan lelaki tua itu gemetaran, matanya kabur dan jalannya tertatih-tatih.

keluarga ini selalu makan bersama dimeja, namun tangan orang tua mereka yang gemetaran membuat makan menjadi pekerjaan yang sulit baginya. pastei (pei) menggelinding dari sendoknya jatuh kelantai. bila ia meraih gelas, susu tumpah membasahi taplak meja. anak dan menantunya menjadi jengkel karena kotoran yang diakibatkannya.
"kita harus berbuat sesuatu terhadap ayah.", kata si anak.
"aku sudah tidak sabar lagi melihat tumpahan susu. berisiknya kunyahan dan makanan yang jatuh kelantai."
kemudian suami istri itu menyediakan meja kecil dipojok rumah. dimeja ini ayah mereka makan seorang diri. karena sang ayah juga memecahkan satu atau dua piring, maka makanan dimeja kecil ini disajikan dalam mangkuk terbuat dari kayu.
bila keluarga ini melihat sekilas kearah lelaki tua itu, terkadang tampakmatanya berkaca-kaca selagi ia duduk sendiri. apabila sang kakek menjatuhkan garpu atau menumpahkan makanan, mereka menegurnya dengan keras. sang cucu yang berumur 4 tahun diam-diam menyaksikan semua kejadian itu.

suatu petang, sebelum makan malam, sang ayah menyaksikan anaknyabermain-main dengan ptongan-potongan kayu dilantai. dengan manis ia bertanya, "Lagi bikin apa, nak?"
sang anak dengan manja menjawab, "ohhh...aku sedang membuat mangkuk kecil untuk makan papa dan mama bila aku sudah besar nanti."

anak umur 4 tahun ini tersenyum manis lalu kembali bekerja.
kata-kata si anak menampar kedua orang tuanya sehingga  mereka tak kuasa berkata-kata. air mata mulai mengalir dipipi mereka. meskipunkeduanya tidak berbicara, tapi mereka tahu apa yang harus segera dilakukan.

malam itu juga, sang suami memegang dengan lembut tangan ayahnya lalu membimbingnya ke meja keluarga. sejak hari itu, lelaki tuaitu makan lagi bersama keluarganya. dan suami istri itu tidak pernah lagi memperdulikan garpu yang jatuh, susu yang tumpah dan taplak meja yang kotor. (Author Unknown)

Friday, February 22, 2013
Posted by Ulul Albab LM Putra

Popular Post

Friends

Waktu

Pengunjung

- Copyright © CATATAN ULUL ALBAB -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -