Showing posts with label Resensi. Show all posts

YOU ARE THE APPLE OF MY EYE


torrentsearcher.org

Youre The Apple of My Eye

“Film mungkin anugerah seni terbesar yang pernah dimiliki manusia,” nukilan dari film Janji Joni ini sekilas menjelaskan bagaimana penikmat film bisa dibuatnya berlimpah inspirasi ketika selesai menonton sebuah tayangan film.
 
Kali ini saya mau share film yang recommended buat mengisi waktu luang kalian.  Meskipun saya bukan penggemar berat drama Asia, tapi film garapan Gindenns Ko berjudul “Youre The Apple of My Eye” bisa masuk daftar prime time kalian. Bagi penggila berat drama Asia, film Taiwan bergenre drama-romantis ini mungkin sudah kalian tonton atau bahkan berkali-kali diputar. Film ini berlatar belakang kehidupan anak SMA.

Banyak pesan inspiratif yang terkandung dalam film itu. Banyak hal-hal yang tak terduga dan kejadian kocak yang disuguhkan. Semisal, tokoh utama melakukan onani di kelas. Deviasi atau penyimpangan tingkah laku yang terlalu ekstrim untuk ukuran anak SMA.

Dari segi sinematografinya, Youre The Apple of My Eye tak kalah jauh dari Hollywood. Angle-angle gambarnya variatif. Komposisinya gambarnya juga rapi sehingga enak dilihat. Latar belakang sekolah  seperti ruang kelas, halaman sekolah mendominasi setiap sequencenya.

Konflik percintaan yang disajikan cukup unik, seolah memberikan ide cerita yang segar dan fresh. Dan yang paling aku suka adalah endingnya yang cukup mengejutkan, tak mengikuti arus mainstream film-film drama romantis lain yang cenderung klise. Ada sisi kedewasaan yang diajarkan lewat isi cerita.

Film ini juga kaya akan pesan. Saya secara personal mengakui kalau film ini bisa membuat saya lebih menghargai setiap keputusan yang kita ambil.  “Tidak seperti tes, setiap soal yang rumit pasti ada jawabannya. Dalam kehidupan nyata, ada beberapa hal yang selamanya tidak ada jawabannya” kutipan film yang sangat inspiratif.

Film itu juga mengingatkanku tentang memori masa SMA, masa dimana abu-abunya dunia kita. Disanalah kita banyak belajar banyak tentang kehidupan. Kita bisa mengenal arti persahabatan, arti kedewasaan dan disanalah kita menghirup apa arti kompetisi yang sebenarnya. Di masa putih-abu abu lah tertanam angan-angan kita terhadap masa depan yang tak terbatas. Disanalah, persahabatan erat tak kenal pamrih, saling mendukung satu sama lain, saling bahu membahu dalam masa sulit.

Bagiku, masa SMA adalah pengalaman yang paling indah, di mana kita masih meraba-raba kehidupan, menjajal semuanya tak kenal batas.

“Dalam kehidupan manusia banyak hal yang tidak membuahkan hasil” petikan yang sederhana dari film Youre The Apple of My Eye, juga memberiku inspirasi bagaimana hidup yang kita jalani tak selalu menawarkan hal yang indah. Dunia tak selalu menjanjikan cantiknya pelangi ataupun cerah mentari selalu menghiasi hari-hari yang kita lalui. Kadang badai yang bergelora dan petir yang mengelegar menuntut sang pelaut lebih waspada dalam mengarungi samudra kehidupan.

Ya, terkadang kenyataan memang tak sejalan dengan harapan.. “Aku salah. Ternyata, ketika kamu sangat-sangat menyukai seorang perempuan. Ketika ada seorang yang mengasihinya, mencintainya, maka kamu benar-benar dari hati yang paling dalam mendoakan dia bahagia selamanya.” Secara pribadi, itulah quote termanis yang pernah aku baca.

Terakhir, “orang yang bisa mewujudkan mimpinya bukanlah orang yang pintar, tapi orang yang tidak pernah menyerah”. Youre The Apple of My Eye.

Sinopsis

Film ini menceritakan kisah persahabatan anak muda dalam menjalankan kisah hidupnya selama menuntut ilmu dibangku SMA. Ko Theng (Ko Chen Tung) menjadi aktor utama dalam film tersebut. Dia adalah laki-laki yang punya sifat keanak-kanakan, suka menjahili teman sekelasnya.

Ko Theng mempunyai 4 sahabat yang memiliki karakter berbeda-beda, yakni Hsu Bo Chun, sahabat karib Ko Theng sejak SMP. Uniknya, kapanpun dan dimanapun selalu ereksi. A Ho (Boboho), teman Ko Teng yang gempal. Juga ada Lao Tsao, temannya sejak SMP. Terakhir, Liao Ying Hung, suka menggaruk-garuk kemaluannya.



Seperti halnya jiwa muda, percikan-percikan asmara juga tumbuh dalam diri kelima sahabat itu. Mereka berlima  mempunyai satu persamaan, yakni menyukai seorang gadis paling teladan di kelas, Shen Chia Yi (Michelle Chen).


Tapi Shen Chia Yi lebih tertarik kepada Ko Theng, dikarenakan Ko Theng meminjamkan buku miliknya untuk Shen Chia Yi dan rela dihukum karena dianggap tidak membawa buku. Dari situlah awal kedekatan keduanya. Shen Chia Yi rela menghabiskan waktunnya untuk membantu Ko Theng yang terkenal bodoh, supaya nilai pelajarannya membaik.


3 Tahun sudah mereka lalui, banyak hal yang mereka lewati bersama-sama. Dan kisah mereka masih tetap berlanjut hingga ke perguruan tinggi dimana Ko Theng dan Shen Chia Yi terpisah. Akankah Ko Cheng yang kekanak-kanakan dapat merebut hati Shi yang dewasa? Patut kalian ketahui dengan menontonnya..


Silahkan klik link ini untuk mendownload film Youre The Apple of My Eye.
Thursday, July 31, 2014
Posted by Ulul Albab LM Putra

GALAKSI KINANTHI

GALAKSI KINANTHI*



"Beginilah cara kerja sesuatu yang engkau sebut cinta; Engkau bertemu seseorang lalu perlahan-lahan merasa nyaman berada disekitarnya. Jika dia dekat, engkau akan merasa utuh dan terbelah ketika dia menjauh. keindahan adalah ketika engkau merasa ia memerhatikanmu tanpa engkau tahu. Sewaktu kemenyerahan itu meringkusmu, mendengar namanya disebut pun menggigilkan akalmu. Engkau mulai tersenyum, dan menangis tanpa mau disebut gila."

Tulisan ini bukanlah sebuah resensi buku. Hanya saja, ketika pada halaman terakhir ketika saya menyelesaikan buka ini ada keinginan untuk membuat tulisan mengenai buku ini. Novel pertama dari Tasaro GK, seorang penulis dari Gunung Kidul, Yogyakarta yang berhasil say baca dari meminjam seorang teman. Saya langsung tertarik untuk membacanya ketika melihat kutipan yang ada di bagian cover novel ini.

“Kinanthi, bagiku Galaksi Cinta tidak akan pernah tiada. Ketika malam tak terlalu purnama, lalu kau saksikan bintang-bintang membentuk rasi menurut keinginan-Nya, cari aku di Galaksi Cinta. Aku akan ada di sana. Tersenyumlah... Allah mencintaimu lebih dari yang kamu perlu.” (Ajuj)

Begitu kutipan yang ada dalam cover novel tersebut. Bukan. Semata-mata ini bukan novel cinta. Novel ini bukanlah novel yang secara dominan menceritakan kisah cinta antara Kinanthi dan Ajuj (dua orang teman masa kecil yang kemudian terpisah karena skenario Tuhan selama hampir dua puluh tahun). Tetepi, lebih jauh novel ini membawa isu-isu yang lumayan berat untuk disikusikan dan yang sekarang ini cenderung menjadi isu global. Traficking, penjualan manusia khususnya wanita adalah salah satunya. Global warming sekit dibicarakan sebagai masalah yang cukup menyentil. Dan yang terlebih kita akan melihat Indonesia dari sisi yang berbeda. Sebuah latar kehidupan sosial dan kebudayaan di Gunung Kidul sana. Novel ini pun sarat dengan ungkapan-ungkapan satire tentang sebuah negeri bernama Indonesia.

Tasaro GK mampu membuat kalimat-kalimat terpilih untuk dituliskan dalam novel ini. Hal-hal yang berbau ilmiah disampaikannya dengan bahasa yang cerdas. Istilah-istilah kedokteran, politik, agama, budaya digunakannya dengan takaran yang pas. Tidak berlebihan yang akan membuat pembaca pusing dan melewatinya untuk dibaca. Penulis novel ini menggunakan semua istilah itu untuk memperkuat penginderaan pembaca tentang hal yang mereka baca. Kekuatan diksi yang dipilihnya terutama sangat terasa ketika Tasaro menceritakan tentang langit dan isinya. tentang galaksi dan rasi-rasi yang menghiasi langit ketika malam. Sedangkan permasalahan yang berhubungan dengan area perasaan dan hati disampaikannya dengan sepenuh rasa. Tasaro GK kemudian berubah menjadi orang yang begitu romantis dan melankolis. Maka, jangan salahkan penulisnya jika tanpa sengaja air mata pembaca keluar begitu saja ketika membaca setiap larik dalam novel ini. Setidaknya begitulah yang saya rasakan sendiri...^^

Novel ini menceritakan tentang perjuangan Kinanthi untuk membuat dirinya berada di puncak kesuksesan setelah berkali-kali ia menjadi korban aksi penjualan manusia dari kampungnya sendiri hingga negeri-negeri Aran dan terakhir di Amerika akan membuat anda menjadi terkagum-kagum. Bahwa skenario yang telah dituliskan Tuhan tidak pernah salah. Hanya saja, kita tidak boleh menyerah begitu saja. Skenario itu indah untuk dijalani meski untuk menjalaninya kita perlu terjun bebas ke jurang. Tetapi harus bangkit kemudian untuk mencapai puncak kesuksesan.

Jika Anda telah banyak membaca banyak kisah tentang percintaan, Romeo-Juliet, Joko Tarub-Nawang Wulan, Sampek-Engtay, atau Laila-Majnun, maka buku ini seharusnya akan melengkapi kisah-kisah itu. Tentu saja dengan cara yang sangat berbeda. Tidak melulu cinta, karena Anda pun akan mengalami proses pembukaan cakrawala. Saya yakin, Anda akan menjadi cerdas karenanya. Tidak akan habis banyak waktu Anda untuk menghabiskan lembar demi lembar buku ini. Saya hanya menghabiskan kurang lebih 12 jam saja untuk menghabiskan 434 halaman yang dimilikinya. Anda akan mengenal begitu banyak budaya.

*Resensi singkat untuk sekedar menyegarkan ingatan.

Saturday, April 19, 2014
Posted by Ulul Albab LM Putra

Popular Post

Friends

Waktu

Pengunjung

- Copyright © CATATAN ULUL ALBAB -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -